Categories: Nasional

Penumpang Masak di Gerbong, Kereta Api Terbakar, 74 Tewas

JAKARTA (RIAUPOSCO) — "Saya mengakui kesalahan kami." Pernyataan itu terlontar dari mulut Menteri Perkeretaapian Pakistan Syekh Rashid Ahmed, pascainsiden kebakaran Tezgam Express yang merenggut 74 nyawa, Kamis pagi (31/10). Lebih dari 40 orang lainnya luka-luka dan sebagian besar dalam kondisi kritis. Itu merupakan kecelakaan kereta api terburuk sepanjang sejarah Pakistan.

Ahmed patut merasa bersalah. Sebab, kecelakaan maut yang terjadi di dekat Kota Liaquatpur itu sejatinya bisa dihindari. Penyebabnya adalah ledakan tabung gas yang terhubung ke kompor. Peralatan masak tersebut seharusnya tidak boleh dibawa ke dalam gerbong. Tapi, petugas lengah.

"Itu tidak akan terjadi lagi di masa depan," janji Ahmed.

Agence France-Presse mengungkapkan bahwa para penumpang memasak sarapan dengan menggunakan tabung gas dan kompor yang mereka bawa. Entah bagaimana, tiba-tiba ledakan terjadi. Minyak, berbagai bahan makanan, dan angin dari kereta yang sedang berjalan membuat api dengan cepat menyebar. Ada tiga gerbong yang terbakar habis. Yaitu, gerbong 10, 11, dan 12. Dua di antaranya adalah kelas ekonomi. Satu lagi adalah kelas bisnis.

Rembetan api dapat dihentikan setelah tiga gerbong itu dilepas. Beberapa korban tewas karena melompat dari kereta yang sedang berjalan. Muhammad Nadeem Zia, petugas medis di rumah sakit di Liaquatpur, mengungkapkan bahwa para korban meninggal karena luka di kepala.

"Saya lompat dari kereta untuk menyelamatkan diri. Ada banyak orang di belakang saya dan mereka terus mendorong," ujar Muhammad Imran, salah seorang penumpang beruntung yang berhasil selamat.

Dia kini dirawat di Rumah Sakit Rahim Yar Khan. Rumah sakit tersebut tak mampu menampung semua korban. Sebagian dilarikan ke rumah sakit di Bahawalpur. Mereka yang tewas rata-rata tak bisa dikenali lagi karena hangus terbakar. Otoritas setempat akan melakukan tes DNA lebih dulu untuk menentukan identitas korban.

"Saya telah memerintahkan agar dilakukan penyelidikan secepatnya," ujar Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Dia menyatakan sedih atas terjadinya insiden itu dan mengucapkan belasungkawa kepada para korban. Tezgam Express yang celaka itu berangkat dari Karachi menuju Rawalpindi. Biasanya perjalanan ditempuh dalam waktu lebih dari 25 jam. Kereta tersebut kerap dipakai kalangan menengah ke bawah. Dalam perjalanan kemarin, rute kereta itu diubah dengan tujuan Lahore untuk memfasilitasi para penumpang yang ingin menghadiri Tablighi Ijtema.

Tablighi Ijtema merupakan acara tahunan semacam khotbah akbar yang dihadiri penduduk muslim dari berbagai penjuru Pakistan. Tiap tahun lebih dari 400 ribu orang mendirikan tenda-tenda di luar Lahore demi datang di acara yang berlangsung hingga Ahad (3/11) itu. Karena itulah, banyak penumpang yang membawa kompor dan tabung gas.

Para petugas KA memang agak longgar saat mengangkut penumpang yang pergi ke Tablighi Ijtema. Mereka biasanya tahu penumpang membawa tabung gas dan peralatan masak lainnya, tapi tidak menegur.

"Sebuah tragedi yang seharusnya bisa dihindari," ujar Menteri HAM Pakistan Shireen Mazari dalam akun Twitter-nya.

Tapi, menurut Shireen, sejak dirinya kecil memang tidak pernah ada pemeriksaan bagasi saat naik KA.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

4 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

4 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

4 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

4 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

5 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

16 jam ago