kecewa-pan-kenapa-bansos-pemerintah-harus-ada-label-bantuan-presiden
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bantuan sosial (bansos) dari pemerintah terlambat dibagikan kepada masyarakat yang terdampak virus Korona atau Covid-19. Keterlambatan itu diakui pihak pemerintah terjadi karena karena belum adanya pembungkus berlabel ‘Bantuan Presiden’.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengaku kecewa dengan keterlambatan bansos ke masyarakat tersebut. Padahal masyarakat sangat membutuhkan bansos dari pemerintah itu.
“Jadi keterlambatan itu terjadi karena alasannya gara- gara tas bertuliskan bantuan presiden. Kan bukan tasnya yang mau dimakan kan? berasnya, sama bahan-bahan pokoknya, ini pemerintah kenapa sampai harus terjadi,” ujar Yandri kepada wartawan, Jumat (1/5).
Lebih lanjut Yandri juga mempertanyakan kenapa dalam bansos tersebut mesti ada label bertuliskan ‘Bantuan Presiden’.
“Saya juga enggak tahu juga kenapa kemasannya harus ada tulisan bantuan presiden, ini harus dijelakan,” tanyanya.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, seharusnya pemerintah bisa menyiapkan segalanya dengan rinci. Nah, jika tidak ada pembungkus berlabel ‘Bantuan Presiden’. Maka pemerintah bisa memiliki opsi lain.
“Seharusnya tidak perlu terlambat, dan kalau tas disiapkan belum ada, bisa dibungkus dengan yang lain. Yang penting waktunya tepat. Kasihan rakyat sudah lapar,” katanya.
Oleh sebab itu ke depan kejadian ini jangan sampai terulang lagi. Sehingga bisa mencegah masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halamannya jug. Karena telah mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Yang penting tepat waktu, sehingga masyarakat tidak berkeliaran dan tidak banyak yang pulang kampung dan tidak banyak masalah dan mengeluh,” imbuhnya.
Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara mengatakan, paket sembako untuk warga terdampak virus Corona (Covid-19) sempat tersendat. Sembako sudah tersedia, namun tas pembungkus dengan label ‘Bantuan Presiden’.
belum tersedia.
Dia mengungkapkan, pembungkus itu belum tersedia karena produsen tas tersebut mengalami kesulitan impor bahan baku. Sehingga, menyebabkan distribusi bansos terkendala meski paket sembako sudah tersedia.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Deslina
Pustaka Apung "Parit Anak Inhil" hadir untuk memperluas layanan literasi masyarakat pesisir. Pemkab Inhil berencana…
Pembangunan pengaman pantai di Desa Kedabu Rapat, Meranti, terus berjalan untuk menahan abrasi dan melindungi…
Riau Pos-HSBL 2026 seri Bagansiapiapi digelar 22-25 Juli. Turnamen basket pelajar ini menjadi ajang pembinaan…
Harimau kembali terlihat di Mengkapan, Siak. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan setelah satwa itu menyeberang jalan…
Pemkab Indragiri Hulu belum dapat mencairkan gaji ke-13 ASN karena keterbatasan fiskal. Kebutuhan anggaran mencapai…
Kebakaran melanda SPBU Hang Tuah Ujung Pekanbaru. Sebuah mobil dan satu pompa BBM hangus, sementara…