Categories: Nasional

Tim Penjemput WNI di Cina Juga Dikarantina

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tugas tim yang akan menjemput 249 WNI dari Provinsi Hubei, Cina, tak berhenti ketika pesawat landing. Mereka akan diperlakukan sama dengan yang dijemput. Termasuk soal karantina.

Kemungkinan ada delapan orang pengamanan dari unsur TNI yang dilibatkan dalam proses penjemputan.

Untuk tenaga kesehatan, ada beberapa dokter dan perawat. "Ada spesialis paru, spesialis kesehatan jiwa, dan spesialis kandungan,” ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Wiendra Waworuntu. Namun, Wiendra belum memastikan berapa orang yang akan menjemput. ”Sebab untuk mengurus visanya sulit," imbuhnya.

Tim penjemput WNI juga mendapatkan pengawasan. Mulai sejak meninggalkan Cina, masuk bandara, hingga di tempat karantina. Mereka juga akan diperiksa di Tiongkok seperti halnya orang-orang yang meninggalkan Negeri Panda tersebut. Setelah dinyatakan sehat dan diberi sertifikat kesehatan, mereka baru boleh terbang kembali ke Indonesia.

Setelah mendarat di tanah air, mereka akan dikarantina bersama dengan 249 WNI yang dijemput. Wiendra menyatakan, karantina dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit dari luar. Lamanya bisa mencapai 14 hari. Dia menyamakan dengan karantina pada jamaah haji. "Karantina ini untuk orang sehat. Dalam karantina ini diawasi," tutur Wiendra. Tim pengawas akan menerapkan prosedur lengkap. Mereka akan memakai alat pelindung diri (APD) yang terstandardisasi. "Penggunaan masker yang tepat itu dengan menekan bagian atas," ungkapnya.

Seandainya mengalami gejala batuk, demam, dan sakit tenggorokan, anggota tim penjemput akan dibawa ke rumah sakit khusus. Mereka bakal mendapatkan perawatan yang sama dengan WNI yang dievakuasi dari Wuhan.

Sementara itu, 4 di antara 12 mahasiswa asal Banyuwangi yang masih bertahan di Cina akhirnya menginjakkan kaki di tanah air kemarin (31/1). Mereka adalah Herin Dika Pratiwi, Siti Afifah, Shalsabila, dan Rhania Dwi Cantika. Para mahasiswa tersebut berangkat ke Cina dengan difasilitasi lembaga bernama Desy Education Banyuwangi.

Direktur Desy Education Banyuwangi Handoyo Saputro mengatakan, berdasar keterangan Herin Dika Pratiwi, mahasiswa asal Songgon yang kuliah di Nanjing University of Information Science and Technology (NUIST), ada tiga alasan yang mendasari mereka pulang. Pertama, permintaan orang tua yang merasa khawatir. Kedua, jalanan di Kota Nanjing yang mulai sepi membuat mahasiswa di sana kesulitan untuk beraktivitas. Terakhir, stok makanan di Kota Nanjing mulai habis. "Kepulangannya sudah mendapat izin dari pihak kampus," kata Handoyo kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Untuk mahasiswa lain, empat orang memastikan kembali ke Banyuwangi pada 5 Februari. Empat lainnya tetap bertahan di kampus masing-masing. Mahasiswa tersebut beralasan, kota yang mereka tempati sudah cukup aman. Selain itu, mereka mempertimbangkan waktu perkuliahan yang dimulai pada 17 Februari sehingga mepet jika harus pulang.

Di samping itu, banyak tugas kuliah yang harus mereka kejar, apalagi untuk mahasiswa semester III dan V. "Ada yang memilih bertahan. Memang sudah ada imbauan dari pemerintah Tiongkok agar mahasiswa Indonesia pulang jika tidak ada kepentingan di Cina,' jelasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

11 jam ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

13 jam ago

Jembatan Siak I Akan Dipelihara, Arus Kendaraan Dialihkan ke Siak III

Pemprov Riau akan memelihara Jembatan Siak I dan Siak III pada pekan ketiga September dengan…

14 jam ago

Pasokan BBM di Riau Naik 27 Persen, Pertamina Respons Lonjakan Kebutuhan

Pertamina Patra Niaga menaikkan pasokan BBM JBT di Riau hingga 27 persen seiring meningkatnya kebutuhan…

14 jam ago

Komjak RI Cek Kejari Pekanbaru, Seluruh Pengaduan Masyarakat Disebut Sudah Ditindaklanjuti

Komjak RI mengunjungi Kejari Pekanbaru untuk mengecek pengaduan masyarakat dan sarana prasarana serta mengingatkan pentingnya…

14 jam ago

Viral Video MBG di SDN 015 Tambusai Utara, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Pernah Menolak

Video pembagian MBG di SDN 015 Tambusai Utara viral dan memunculkan anggapan penolakan. Sekolah menegaskan…

16 jam ago