AMANKAN BOLA: Pemain SMAN 1 Rengat (kiri) berusaha mengamankan bola dari kejaran pemain SMAN 1 Ujungbatu pada pertandingan Honda DBL Riau Series 2019 di Gelanggang Remaja, Pekanbaru, Rabu (30/10/2019). (DEFIZAL / Riau Pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Langkah tim putra SMAN 1 Ujungbatu harus terhenti di babak penyisihan Big Eight, Honda DBL Riau Series 2019. SMAN 1 Ujungbatu tunduk saat menghadapi tim SMAN 1 Rengat dengan skor akhir 35-25 pada pertandingan yang dilaksanakan di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Rabu (30/10).
Pelatih SMAN 1 Ujungbatu Eka Trisna Utama mengatakan, meskipun timnya kalah pada pertandingan ini, dan harus terhenti di babak Big Eight. Namun mereka menerima hasil tersebut dengan besar hati.
"Kalau dari segi perjuangan nya udah sangat maksimal sekali. Tapi, mungkin faktor tekanan dari saya juga untuk all out menjadi beban bagi mereka. Sehingga masih terjadi kesalahan-kesalan yang tidak kita inginkan, tapi apapun hasilnya kami terima," katanya.
Eka juga mengatakan, bahwa pada pertandingan ini, ia sengaja menaikkan level strategi pertandingan dalam permainan dengan tujuan untuk menjadi tolak ukur. Jika di game ini mendapat kemenangan maka untuk seterusnya bisa melewati nya. Tapi sangat di sayangkan tidak.
"Saya harapkan apapun hasil nya ini, hendaknya sekolah tetap memberi dukungan kepada anak-anak," harapnya.(sol)
Sebanyak 52 jalur telah mendaftar Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Total…
Hotel Dafam Pekanbaru menghadirkan promo Merdeka Staycation Rp545.081 per malam. Tamu juga mendapat Es Merah…
DPRD Pekanbaru mengapresiasi perbaikan jalan yang dikebut Pemko, namun meminta kualitas dijaga setelah ditemukan sejumlah…
Pacu jalur Kuansing 2026 diprediksi menarik puluhan ribu pengunjung. Pemkab memastikan pasokan Pertalite dan solar…
Ketua Kwarcab Pekanbaru Sulastri meraih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas. Penghargaan diberikan atas dedikasinya membina…
Rumah warga di Jalan Tanjung Harapan, Tembilahan, terbakar Kamis sore. Api berhasil dipadamkan sebelum merembet…