Categories: Pekanbaru

Hidupkan Kembali Parit Lingkungan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Banjir masih menjadi masalah serius yang menjadi momok bagi warga Kota Pekanbaru. Apalagi, sejumlah lokasi di ibukota Provinsi Riau ini akan diredam banjir saat hujan lebat dengan waktu yang cukup lama dan intensitas curah hujan tinggi.

Salah satu penyebab banjir adalah tersumbatnya parit di lingkungan masyarakat, sehingga tidak bisa mengalirkan air hingga ke anak sungai. Banyak parit mati akibat tumpukan sampah dan endapan sedimen pada dasar parit.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Firdaus akhir pekan lalu meminta kepada seluruh camat untuk menghidupkan parit di lingkungan masing-masing. Dirinya menyebut banyak parit lingkungan yang tidak berfungsi baik.

"Di dalam parit banyak sampah. Bagaimana air tidak tergenang, airnya tidak lancar. Ini mesti di gerakan. Tidak bisa menunggu PUPR, pegawai PUPR itu berapa orang. Kalau soal dilingkungan nya, bergotong-royong lah," kata dia.

Firdaus menyebut, seharusnya camat dan lurah  mengajak RT/RW dan warga untuk aktif bergotong royong. Terutama dalam menghidupkan kembali aliran parit di lingkungan. "Ajak warga gotong royong. Buang sampah yang ada di dalam parit. Apalagi ada juga (warga) yang tidak peduli," ulasnya.

Ia menilai, jika menanti pasukan kuning dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pekanbaru bakal memakan waktu lama. Apalagi dengan jumlah petugas yang terbatas.

Camat bisa menggerakkan warga nya untuk aktif bergotong royong. Parit lingkungan harus dihidupkan. Parit harus saling terhubung untuk mengalirkan air.

"Bagus pun parit kita diatas, tapi kalau dibawah tersumbat ya tergenang juga. Saya juga sudah minta kepala dinas PUPR, komunikasikan camat lurah supaya masyarakat mesti mendukung. Untuk parit yang melewati tempat mereka, mereka (warga) jangan tutup," terangnya.

"Berdasarkan masterplan penanganan banjir, ada total 371 titik banjir di Kota Pekanbaru. Program penanganan banjir terus berlanjut tahun ini," tambah Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Indra Pomi Nasution.

Menurutnya, proses penanganan banjir berpedoman pada masterplan penanganan banjir. Banjir juga melanda sejumlah pemukiman yang berada di sepanjang bantaran sungai.

Sejumlah sungai telah mengalami pendangkalan. Ada pulau pulau kecil yang berada di tengah sungai. Sehingga sungai tidak mampu menampung debit air dalam jumlah banyak. Dinas PUPR telah menganggarkan Rp20 miliar untuk memperbaiki titik-titik banjir pada tahun ini. Penanganan titik banjir itu dilakukan sesuai masterplan.(lim)

Laporan M ALI NURMAN, Pekanbaru

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Pusat Perbelanjaan di Pekanbaru Mulai Ramai, Pedagang Akui Penjualan Meningkat

Pekan pertama Ramadan, STC Pekanbaru mulai dipadati warga yang berburu baju Lebaran. Pedagang akui pembeli…

22 jam ago

Perempuan Terjatuh dari Fly Over Pasar Pagi Arengka, Ditemukan Tak Sadarkan Diri

Seorang perempuan terjatuh dari Fly Over Pasar Pagi Arengka Pekanbaru dan ditemukan tak sadarkan diri.…

22 jam ago

SPMB 2026 Pekanbaru Gandeng 21 SMP Swasta, Solusi Kekurangan Daya Tampung

Pemko Pekanbaru gandeng 21 SMP swasta dalam SPMB 2026–2027 untuk memperluas akses pendidikan dan memastikan…

23 jam ago

Heboh Surat Mutasi Palsu di Meranti, Kepsek Diminta Transfer Rp5 Juta Lewat Surat Palsu

Puluhan kepala sekolah di Kepulauan Meranti menerima surat mutasi palsu dan diminta transfer Rp5 juta.…

1 hari ago

Golongan yang Mendapat Keringanan dalam Puasa Ramadan

Mohon penjelasan mengenai siapa saja yang termasuk dalam kategori tersebut beserta ketentuan apakah mereka wajib…

1 hari ago

Insiden Berdarah di UIN Suska, Pelaku Diduga Sudah Rencanakan Penyerangan

Mahasiswa UIN Suska Riau diduga membacok mahasiswi di ruang seminar. Polisi menyebut pelaku telah merencanakan…

1 hari ago