Categories: Pekanbaru

Direktur PT PER Kembali Diklarifikasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Direktur PT Perkreditan Rakyat (PER), Rudi Alfian Umar kembali diundang jaksa penyelidik pidana khusus Kejari Pekanbaru. Ia diklarifikasi terkait pengembagan dugaan korupsi fasilitas kredit bakulan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau tahun 2013-2015. 

Rudi dimintai keterangan dalam perkara yang diusut Korps Adhyaksa, bukan yang pertama. Sebelumnya, Direktur PT PER telah beberapa kali menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tiga tersangka yang bertanggung jawab atas perkara senilai Rp1,2 miliar. 
Mereka adalah mantan Analis Pemasaran, Rahmiwati. Lalu, Irfan Helmi selaku mantan Pimpinan Desk PMK, dan Irawan Saryono salah satu Ketua Kelompok UMKM penerima kucuran kredit. Atas tiga tersangka itu, Kejari Pekanbaru melakukan penyelidikan baru untuk pengembangan, karena diyakini ada keterlibatan pihak lain.

Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni dikonfirmasi Riau Pos, tak menampiknya. Dikatakan Yuriza, pihaknya telah mengklarifikasi salah seorang  petinggi dari BUMD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

"Iya, kita klarifikasi direkturnya, yang saat ini menjabat. Dia panggil pada hari Rabu," ungkap Yuriza kepada Riau Pos, Kamis (30/1) kemarin. 

Ditambahkannya, proses klarifisikasi ini dalam rangka pengembangan dari para tersangka yang tak lama lagi diadili di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Karena, pada perkara rasuah tersebut ada keterlibatan pihak lain. "Sekarang ini masih tahap klarifikasi. Saya belum bisa menjelaskannya lebih jauh karena ini masih proses klarifikasi," ujarnya.

Terpisah, Direktur PT PER, Rudi Alfian Umar mengakui, dirinya kembali dipanggil jaksa penyelidik Pidsus Kejari Pekanbaru. Ditambahkan dia, dimintai keterangan dalam pengusutan dugana korupsi kredit bakulan yang terjadi pada tahun 2013-2015. "Iya, kemarin saya diklarifikasi," sebut Rudi.

Dalam klarifikasi itu, disampaikan dia, pihaknya ditanya mengenai mekanisme pengajuan kredit, persetujuan kredit serta penyaluran pinjam modal usaha tersebut.

Selain itu, sebut dia, pihaknya juga ditanya terkait siapa yang memutuskan dan menyetujui pemberian kredit.

"Saat itu, Direktur Utama yang memutuskan pengajuan sampai persetujuan kredit bakulan tahun 2013-2015. Kasus ini terjadi sebelum saya menjabat sebagai direktur. Saya jadi Direktur PT PER pada tahun 2016," tutur Rudi.(gem)

Laporan RIRI RADAM, Pekanbaru

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Motor Tabrak Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengendara Tewas dan Satu Kendaraan Kabur

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Sudirman Pekanbaru. Pengendara motor tewas setelah terlibat tabrakan dengan dua…

3 jam ago

Riau Rayakan HUT ke-69, Terus Berinovasi Hadapi Tantangan Ekonomi

HUT ke-69 Riau menjadi momentum memperkuat persatuan, inovasi, dan pembangunan di tengah tantangan ekonomi daerah.

4 jam ago

31 Anggota TGC Siap Meriahkan Riau Pos Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru

TGC Pekanbaru mendaftarkan 31 anggota untuk meramaikan Riau Pos Gowes Merdeka 2026 yang digelar pada…

5 jam ago

Go-SoC Perawang Kembali Ramaikan Riau Pos Gowes Merdeka, Puluhan Goweser Siap Berangkat

Go-SoC Perawang menyiapkan 25 goweser untuk Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menargetkan jumlah peserta…

1 hari ago

Kabar Baik untuk ASN Rohul, Gaji Agustus Ditargetkan Masuk Rekening Senin

Gaji ASN Rohul Agustus 2026 ditargetkan masuk rekening Senin. Keterlambatan terjadi akibat gangguan SP2D Online…

1 hari ago

Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Rizky Ridho Minta Maaf kepada Suporter

Indonesia gagal ke semifinal Piala AFF 2026 setelah ditahan Singapura 1-1. PSSI memastikan hasil tersebut…

1 hari ago