Categories: Pekanbaru

40 Peserta Ikuti Khitan Massal RS Eria Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, RS Eria Pekanbaru mengadakan khitan massal untuk 40 peserta yang merupakan warga kurang mampu, Rabu (29/12).

Menurut Direktur RS Eria Pekanbaru dr Yulhasmida MKes MM, kegiatan ini merupakan bagian dari corporate social responsibility (CSR) RS Eria Pekanbaru kepada masyarakat kurang mampu yang ada di sekitar lingkungan RS Eria dan masyarakat di Kota Pekanbaru.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai perkenalan nama baru RS Eria Pekanbaru yang dulunya masih merupakan RSIA Eria Bunda Pekanbaru kepada masyarakat yang selama ini telah mempercayakan kesehatannya ditangani oleh RS Eria Pekanbaru.

"Kami ingin mempererat silaturahmi dengan semua masyarakat di Kota Pekanbaru yang selama ini telah mempercayai RS Eria Pekanbaru. Kegiatan ini juga didukung oleh mitra RS Eria Pekanbaru yaitu, Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Riau dan Relawan Muda Riau," kata dia.

Lanjut dr Yulhasmida, dalam kegiatan khitan massal ini pihaknya membatasi kuota sebanyak 40 peserta guna mengantisipasi kerumunan yang terjadi di sekitar rumah sakit dan juga mengajak masyarakat untuk tetap disiplin terhadap protokol kesehatan Covid-19.

"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat khususnya orang tua yang masih mengahadapi kendala dalam mengkhitan buah hatinya, serta menjadikan RS Eria Pekanbaru semakin dikenal oleh khalayak ramai," harapnya.

Sementara itu, Lurah Kampung Tengah Syamsahid SSos mengaparesiasi kegiatan khitan  massal yang dijalankan oleh RS Eria Pekanbaru tersebut. Apalagi, banyak saat ini warganya yang masih mengalami kendala untuk melalukan khitan bagi buah hatinya. Kini mereka telah terbantu dengan layanan yang dimiliki oleh RS Eria Pekanbaru.

"Kami sangat mendukung kegiatan ini. Karena dengan khitan massal ada banyak masyarakat terbantu. Saya juga berharap tahun depan bisa berkolaborasi dengan RS Eria Pekanbaru untuk melaksanakan kegiatan sosial yang sama bagi masyarakat di Kelurahan Kampung Tengah," ujarnya.

Rona wajah bahagia tampak terpancar dari salah seorang ibu yang merupakan orang tua peserta khitan massal. Windri, warga Kecamatan Rumbai mengaku sangat bersyukur bisa mengkhitankan putranya jelang akhir tahun 2021 ini.

Dirinya mengaku sejak pandemi Covid-19 melanda, perekonomian keluarganya sedikit terganggu sehingga ia menghadapi sedikit kendala saat ingin mengkhitankan putranya.
"Jelas senang sekali. Akhirnya anak saya bisa khitan juga. Dari kemarin dia minta dikhitan tapi karena biaya jadinya tidak terlaksana," katanya.

Ia berterima kasih kepada RS Eria Pekanbaru yang telah memberikan kesempatan agar putranya bisa mengikuti kegiatan khitan massal ini.

"Semoga RS Eria Pekanbaru semakin maju dan berjaya selalu. Serta kegiatan sosial seperti ini dapat terus diselenggarakan agar masyarakat di Kota Pekanbaru lainnya bisa mengikutinya," tuturnya.(ayi)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tanah Tiba-Tiba Amblas, Abrasi Sungai di Inhil Hancurkan 6 Rumah

Bencana abrasi melanda Desa Sungai Nyiur, Inhil. Enam rumah rusak berat dan belasan jiwa terdampak…

21 jam ago

Wanita Asal Kuansing Ditemukan Tewas di Hotel Dharmasraya, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Wanita asal Kuansing ditemukan meninggal di hotel di Dharmasraya. Polisi menduga korban dibunuh, sementara terduga…

2 hari ago

Promo Luxury July! Menginap di Mutiara Merdeka Pekanbaru Mulai Rp499 Ribu per Malam

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo Luxury July. Menginap mulai Rp499 ribu nett lengkap dengan…

2 hari ago

Asyik Mendulang Emas, Remaja di Kuansing Tertimbun Longsoran Tebing hingga Meninggal

Remaja 15 tahun di Kuansing meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing saat mendulang emas. Polisi…

2 hari ago

Antar Jemput Pelajar Gratis Dimulai, Bus Sekolah Pekanbaru Layani 7 Sekolah

Bus sekolah gratis resmi beroperasi di Pekanbaru mulai 13 Juli. Layanan tahap awal melayani tujuh…

2 hari ago

Bantuan CSR Rp65 Juta Disalurkan untuk 140 Nelayan Terdampak Dugaan Pencemaran Sungai Tapung

Sebanyak 140 nelayan Desa Kota Garo menerima bantuan CSR senilai Rp65 juta untuk memulihkan usaha…

2 hari ago