BERSIHKAN DRAINASE: Sejumlah warga membersihkan drainase dengan menggunakan alat seadanya yang terdapat di sepanjang Jalan Rajawali Sakti, Tampan, Pekanbaru, Ahad (29/12/2019). (PRAPTI DWI LESTARI/RIAU POS)
KOTA (RIAUPOS.CO) — Guna mengantisipasi terjadinya banjir, Ahad (29/12) warga RW 11, RW 12, RW 13, dan RW 14 Kelurahan Tobek Godang Kecamatan Tampan, bersama-sama mengadakan kegiatan gotong-royong di Jalan Rajawali Sakti. Gotong royong ini untuk membersihkan drainase yang ada di sepanjang jalan tersebut.
Pantauan Riau Pos, tumpukan sampah plastik serta rerumputan liar berserakan di dalam drainase sehingga menyumbat jalannya air, dan dapat menyembabkan terjadinya banjir di lokasi tersebut.
Bahkan, warga dengan menggunakan alat seadaanya seperti cangkul, sabit serta perkakas lainnya berusaha mengeluarkan sampah yang ada didalam drainase.
Ketua RT 03 RW 11 Kelurahan Tobek Godang Saleh mengatakan, pihaknya bersama warga sengaja mengadakan kegiatan gotong-royong tersebut guna membantu wilayah RT dan RW tetangga yang terkena banjir.
Apalagi, memasuki musim penghujan seperti saat ini wilayah RW tetangga sering menjadi langganan banjir akibat aliran air menuju kelokasi tersebut, sehingga harus diminimalisir dengan kegiatan gotong-royong tersebut.
"Daerah kita tidak ada banjir, yang banjir itu di RT dan RW sebelah. Contohnya di Jalan Rambai itu selalu terkena banjir. Jadi, kita memperlancar drainase ini guna membantu untuk memperlancar aliran air dari RT dan RW sebelah mengalir di drainase jalan ini. Sebab, drainase ini sudah dangkal yang awalnya 1,5 meter dalamnya sekarang 1 meter pun tidak sampai," jelasnya.
Selain itu, pihaknya mengaju sering mengalami kendala dalam pembersihan drainase tersebut yang disebebakan oleh banyaknya drainase di sepanjang Rajawali Sakti sengaja ditutup semen coran sehingga mengalami kebuntuan.
"Kendala kita sebagian drainase banyak dicor oleh masyarakat, jadi pembersihan ini terkendala, jadi kalau bisa diberi jarak antara parit dan semen coran kalau bisa 1,5 meter i supaya untuk pembersihan kedepan tidak lagi ada kendala," ucapnya.
Sementara itu, menurut Lurah Tobek Godang Yasir Arafat SSos menuturkan, bahwasanya kegiatan gotong-royong merupakan rutinitas masyarakay Kelurahan Tobek Godang dalam musim penghujan saat ini.
Disamping gotong-royong berguna untuk mengantisipasi terjadinya banjir, gotong-royong juga dapat mengantisipasi dan mencegah terjadinya wabah penyakit.
"Dengan gotong-royong ini juga mengantisipasi tumbuh kembangnya nyamuk Aedes Agypty yang dapat menimbulkan penyakit DBD dan mencegah wabah penyakit lainnya," jelasnya.(ksm)
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…