Tornado FC Buru Modal ke Enam Besar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Tornado FC akan mengawali kiprahnya di Liga 3 putaran regional Sumatera, Sabtu (30/11) petang ini. Tornado FC akan menjamu Persibabar Bangka Barat di Stadion Rumbai mulai pukul 15.30 WIB. Tornado FC yang berstatus juara zona Riau mendapat jatah bye saat drawing beberapa waktu lalu.
Target menang pun diusung tim asuhan Febriko Zulkarnain di laga petang ini. Tak sekedar menang, tapi Faisal Azmi dkk juga ingin mencetak banyak gol. "Kami harus memanfaatkan leg pertama ini untuk mencetak banyak gol dan tidak kebobolan sehingga kerja di leg kedua agak ringan," ujar Manajer Tornado FC Yurika Herian Danni, kemarin.
Jika menang besar dan tak kebobolan maka kans Tornado FC untuk lolos ke babak enam besar akan terbuka lebar. "Target kami lolos putaran nasional. Tapi kami tetap harus melewati babak 12 besar ini dulu. Kami harus optimis dan anak-anak juga sudah siap tempur," tambah Tornado FC.
Menghadapi Persibabar petang ini, Tornado FC akan tampil dengan kekuatan penuh. Persiapan dilakukan sejak jauh-jauh hari dengan latihan rutin, apalagi mereka juga peserta Kompetisi Liga 1 Asosiasi Kota PSSI Pekanbaru. "Mudah-mudahan semua pemain fit hingga jelang pertandingan dan saat bertanding. Kami harus optimis mengamankan tiga poin karena main di kandang,"ujar pelatih Tornado FC yang akrab dipanggil Dedek kepada Riau Pos, kemarin.
Berdasarkan surat PSSI Pusat nomor 4892/PGD/721/XI-2019 tertanggal 8 November 2019, Riau yang tergabung di Regional Sumatera mendapat jatah empat tim.(das)
Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…
Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…
Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…
SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…