Categories: Pekanbaru

Unri-BPPK Kemenlu Seminarkan Potensi Laut Cina Selatan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri) melaksanakan seminar bersama Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) di Lantai 4, Aula Rektorat Unri, Senin (29/7).

Agenda tersebut membawa tema bertajuk peran industrial park networks di kawasan lingkar tepi Laut Cina Selatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memelihara stabilitas kawasan.

Ketua BPPK Kemlu RI Dr Siswo Pramono mengungkapkan, Laut Cina Selatan memiliki  potensi perikanan dan industri yang cukup besar, untuk itu diperlukan pemberdayaan daerah untuk memanfaatkan dan menggalang potensi tersebut.

“1.600 kawasan industri Asean sebagian ada di Laut Cina Selatan. Laut Cina Selatan ini penuh potensi,” ungkap Siswo.

Untuk itu, Siswo menuturkan perlunya menjalin hubungan baik dengan pihak-pihak terkait, sehingga dapat memberikan keuntungan terutama di kawasan Indonesia yang berbatasan dengan luar negeri. Oleh karena itu diperlukan persiapan masyarakat untuk lebih peduli agar siap menghadapi persaingan global.

“Kita harus mempersiapkan untuk lebih peduli dan siap menghadapi persaingan global,” jelas Siswo.

Terkait hubungan yang kerap memanas maupun mereda, Siswo menyatakan, jika semua pihak tetap harus bekerja sama. Dengan demikian, diharapkan situasi yang memanas tersebut tapat teredam dengan adanya kerja sama yang baik.

“Situasi memanas ataupun mereda, kami tetap harus kerja sama. Dengan demikian panas akan redam. Karena semua pihak punya kepentingan ekonomi. Kita jadikan hal tersebut landasan kerja sama termasuk industri,” pungkas Siswo.

Siswo juga menyebutkan jika Riau memiliki potensi besar terutama di bidang sawit. Secara tidak langsung hal tersebut akan memberikan sinergi di bidang industri yang sedikit banyak juga bergantung pada petani kecil.

“Riau hasilkan sawit, kita olah melalui industri, dijadikan industri otomotif. Ini tidak bisa berdiri sendiri. Contohnya biodiesel bergantung pada kelapa sawit. Sawit bergantung pada petani. Dengan demikian naik bersama-sama, semuanya naik. Itu inti sinergi,” pungkas Siswo.

Sementara itu, dalam seminar tersebut juga menghadirkan Ketua Himpunan Kawasan Industri Indonesia Sanny Iskandar, Kepala Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies ( CSIS) Yose Rizal Damuri, General Manager PT Batamindo Investmen Cakrawala Mook Sooi Wah, Plt Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Ir Nilanto Prabowo MSc dan Dosen HI FISIP Unri Dr Yusnarida Eka Nizmi MSi.(*2)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Langgar Aturan Keimigrasian, Seorang Perempuan WN Malaysia Dideportasi dari Pekanbaru

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru menindak tegas WN Malaysia berinisial MMM dengan sanksi deportasi…

14 jam ago

Titik Api Baru Muncul di Batang Gansal, Tim Gabungan Berpacu Padamkan Karhutla Inhu

Titik Karhutla baru melanda 20 hektare lahan di Batang Gansal, Inhu. Upaya pemadaman tim gabungan…

14 jam ago

Galodo Terjang Solok: Kantor Bupati Hingga Jalur Utama Solok-Padang Lumpuh Total

Banjir bandang (galodo) menerjang Kabupaten Solok pada Senin malam. Akses jalan utama Solok-Padang lumpuh total…

14 jam ago

Tujuh Pejabat Utama dan Kapolsek di Polres Kuansing Resmi Berganti

Tujuh posisi strategis di Polres Kuansing resmi berganti melalui sertijab yang dipimpin Kapolres AKBP Hidayat…

15 jam ago

Sertijab di Polres Rohul: Kasat Lantas dan Dua Kapolsek Resmi Berganti

Tiga posisi strategis di Polres Rohul resmi berganti. Kasatlantas serta Kapolsek Kunto Darussalam dan Rambah…

17 jam ago

Ukir Prestasi di Malang, MAN 1 Pekanbaru Rebut Medali Perak OSN 2026

Siswa MAN 1 Pekanbaru berhasil memboyong medali perak bidang Informatika dan predikat Best Business Case…

18 jam ago