Categories: Pekanbaru

Alih Fungsi SDN 1 Jadi Pasar, Pemko Diminta Jangan Terburu-buru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – KEINGINAN Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk alih fungsi bangunan SDN 01 Pekanbaru di Jalan Ahmad Yani ikut dikritik DPRD Pekanbaru. Komisi III langsung menggelar hearing memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Selasa (18/12).

Dalam hearing, Pemko Pekanbaru diminta tidak terburu-buru mengambil keputusan dan bisa belajar dari kebijakan serupa yang pernah dilakukan.

"Untuk kita ketahui, Pekanbaru ini kekurangan bangunan sekolah. Jangan terburu-buru, kaji masak-masak-masak," tegas anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru H Ervan kepada wartawan, Selasa (28/12). 

Politisi Gerindra ini mengatakan, hearing dilakukan menyikapi adanya penolakan dari masyarakat terkait rencana Pemko tersebut. "Dalam hearing, kami baru sebatas mempertanyakan urgensi alih fungsi itu, dan harus ada kejelasan dari dinas," ujar Ervan lagi. 

Hearing ini dihadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan Ismardi Ilyas. Dipimpin Ketua Komisi III Yasser Hamidy dan didampingi ang­gota komisi lainnya Pangkat Purba, Tjepta Sitohang, Irman Sasrianto,Suherman, dan Ervan. 

Kepada wartawan, Ketua Komisi III Yasser Hamidy menyebutkan, pihaknya sudah meminta kepada dinas untuk melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan alih fungsi. Dan diminta jangan ada yang dirugikan.

"Kami sudah sampaikan kepada Disdik agar tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan," ujar Yasser. 

Terkait rencana ini, Yasser  mengkhawatirkan alih fungsi SD 01 tersebut akan senasib dengan alih fungsi SDN 19 yang berdekatan dengan SDN 01 serta sudah dialih fungsi menjadi pasar yaitu Pasar Higienis, beberapa waktu lalu. Sayangnya, kondisi pasar tersebut kini terbengkalai dan tidak diminati pedagang. "Kami minta ini jadi pelajaran," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas menjelaskan, rencana alih fungsi SDN 01 tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai aspek lingkungan, keamanan, hingga kesehatan.

Dia mengatakan juga, bahwa SDN 01 ini berada di kawasan pasar, dan kondisinya tidak kondusif untuk aktivitas belajar. "Ini menjadi pertimbangan kami termasuk aspek kesehatan, keamanan. Kalau setiap hari anak-anak disuguhkan dengan lingkungan yang tidak sehat, ini tentu tidak baik juga," ungkap Ismardi.(yls) 

Laporan AGUSTIAR, Pekanbaru

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Dugaan Korupsi Anggaran Kendaraan Dinas Meranti, Ketua DPRD Minta Hormati Proses Hukum

Ketua DPRD Kepulauan Meranti meminta semua pihak menghormati proses hukum Kejari terkait dugaan korupsi anggaran…

16 jam ago

HSBL 2026 Pekanbaru Series Hari Kedua Sajikan Delapan Pertandingan

HSBL 2026 Pekanbaru Series memasuki hari kedua dengan delapan pertandingan di GOR Tribuana, termasuk laga…

17 jam ago

Karhutla di Tapung Masuk Hari Keempat, 3 Hektare Lahan Gambut Terbakar

Karhutla di Desa Karya Indah, Tapung, Kampar, memasuki hari keempat. Api padam, tetapi sejumlah titik…

17 jam ago

Job Fair Rohul 2026 Jadi Kesempatan Pencari Kerja Temukan Lowongan Baru

Job Fair Rohul 2026 digelar 12 Oktober untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan…

17 jam ago

Antisipasi Keracunan MBG, BGN Kuansing Ingatkan SPPG Perketat Cek Kualitas Makanan

BGN Kuansing meminta SPPG memperketat pemeriksaan menu MBG untuk mencegah makanan basi atau kedaluwarsa yang…

17 jam ago

6.000 Liter Formula X-Fire Dikirim Polri untuk Atasi Karhutla Pelalawan

Polri menguji Formula X-Fire untuk menangani Karhutla di lahan gambut Pelalawan dengan dukungan 6.000 liter…

2 hari ago