Categories: Pekanbaru

Pelanggar Prokes Didominasi Usia Produktif

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Anjuran pemerintah kepada masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Baru (PHB) mematuhi protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi, hingga kini masih berjalan. Masyarakat dituntut untuk menjalankan 4M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak  dan menghindari kerumunan.

Jika kedapatan tidak menjalankan PHB, maka masyarakat bisa terjaring dalam operasi yustisi yang digelar oleh petugas gabungan seperti TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Terlihat di lapangan,  masih cukup banyak masyarakat yang terjaring. Kebanyakan usia produktif dan tidak gunakan masker.

Kapolresta Pekanbaru, Kombespol Nandang Mu'min Wijaya saat dikonfirmasi perihal itu mengatakan, dalam menjalankan di lapangan mempedomani Peraturan Wali Kota (Perwako) 130 tahun 2020. Pengecekan prokes di semua tempat, yang sasarannya warga masyarakat Pekanbaru.

"Jika dari ke empat kategori itu tidak dipenuhi masyarakat, maka akan dilakukan penegakan hukum melalui operasi yustisi," terangnya.

Kemudian, di dalam Perwako tersebut, menurutnya memang dibunyikan membayar denda dengan besaran Rp 250 ribu. Namun, di sana terdapat sanksi alternatif yaitu sanksi sosial.

"Kebanyakan, masyarakat yang terjaring operasi itu tidak menggunakan masker dan memilih sanksi sosial yang didominasi oleh usia produktif. Kita memang lebih ketat lagi. Pelanggar harus menjalankan sanksi sosial (bersih-bersih, red) selama delapan jam dan menggunakan rompi. Agar jera," tegasnya.

Kesadaran masyarakat dalam mematuhi prokes dinilainya masih rendah. Mengingat saat ini, angka Covid-19 makin tinggi.

"Faktor itu dipengaruhi karena tidak memakai masker, tidak menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Kemudian, masih sering berkumpul. Baik pagi siang dan malam. Lalu, dibawa pulang ke rumah maupun kantor. Sehingga, muncul klaster rumah tangga dan kantoran," katanya.

Personil Polresta Pekanbaru yang dikerahkan sebanyak sepertiga personil, yakni sekitar 500 orang. (azr)

Laporan : Sofiah (Pekanbaru)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

16 jam ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

17 jam ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

17 jam ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

17 jam ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

17 jam ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

17 jam ago