Categories: Pekanbaru

Warga Pekanbaru Mulai Serbu Waste Station, Sampah Bisa Jadi Uang!

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Program waste station yang diinisiasi Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya antusiasme masyarakat dalam menukarkan sampah, khususnya sampah anorganik.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan bahwa konsep waste station sebenarnya telah lebih dulu diterapkan di sejumlah negara maju. Sementara di Indonesia, khususnya wilayah Sumatera, Pekanbaru menjadi kota pertama yang menjalankan program tersebut.

Ia mengaku telah meninjau langsung aktivitas penukaran sampah di waste station Tugu Tunjuk Ajar yang berada di dekat rumah dinas wali kota. Dari hasil peninjauan tersebut, terlihat masyarakat mulai aktif memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Alhamdulillah, masyarakat mulai antusias menukarkan sampah anorganik di waste station,” ujarnya.

Menurutnya, program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi juga mendapatkan manfaat dari pengelolaannya.

Ke depan, Pemerintah Kota Pekanbaru berencana menghadirkan total 10 titik waste station yang akan tersebar di berbagai wilayah kota.

“Insha Allah akan kita sebar di seluruh kota,” tambahnya.

Program ini merupakan bagian dari upaya penataan kota menuju konsep Green City yang tengah digencarkan Pemko Pekanbaru. Pengelolaan sampah menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian serius dalam mewujudkan visi tersebut.

Selain meningkatkan sistem pengangkutan sampah, pemerintah juga menyediakan fasilitas penukaran sampah menjadi uang sebagai bentuk inovasi dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Rekosistem, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dan pemulihan material.

Melalui kerja sama tersebut, masyarakat dapat menukarkan berbagai jenis sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti plastik, botol plastik, botol kaca, minyak jelantah, kertas atau kardus, logam, hingga barang elektronik bekas.

Tidak hanya menyediakan titik pengumpulan, Rekosistem juga akan menghadirkan fasilitas pengolahan sampah sehingga seluruh proses dapat berjalan secara terintegrasi.

Program ini bahkan menjadi yang pertama di Sumatera yang menghadirkan sistem penukaran sampah menjadi uang berbasis aplikasi dengan jaringan drop point di berbagai lokasi strategis di Pekanbaru. (nda)

Redaksi

Recent Posts

Setiap RW Dapat Rp100 Juta, TPemko Pekanbaru Tekankan Integrasi Program Musrenbang dan SIPD

Pemko Pekanbaru alokasikan Rp100 juta per RW. Program wajib masuk Musrenbang dan SIPD demi pemerataan…

2 jam ago

5 Rumah Aspol Pekanbaru Dibangun Lagi Usai Kebakaran

Lima rumah Aspol Pekanbaru yang terbakar segera dibangun kembali lewat gotong royong lintas instansi, ditargetkan…

20 jam ago

Polisi Tangkap Pasutri di Kampar, Sita Senpi Rakitan dan Sabu

Polisi Kampar tangkap tiga pelaku, termasuk pasutri, dan sita senpi rakitan, amunisi, serta lebih dari…

21 jam ago

Mobil Dinas Wali Kota Jadi Antar Jemput Pasien Gratis di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru luncurkan layanan antar jemput pasien gratis pakai mobil dinas Wali Kota mulai 1…

21 jam ago

Pemprov Riau Bantu Daerah yang Kesulitan Bayar Gaji ASN

Pemprov Riau siap membantu tiga daerah yang kesulitan membayar gaji dan THR ASN dengan tambahan…

23 jam ago

Tumpukan Sampah Ganggu Warga Kuansing, Ini Penjelasan DLH

Sampah menumpuk berhari-hari di Kuansing dan tak terangkut. Bupati siapkan sistem baru, sementara DLH akui…

23 jam ago