Categories: Pekanbaru

Unri Raih Opini WTP Empat Kali Berturut-turut

PEKAN BARU (RIAU POS. CO) — Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Universitas Riau (Unri) Dessy Riasari SE Ak MM mengatakan, Unri saat ini sudah mendapatkan empat kali berturut-turut dinyatakan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)  dari Kantor Konsultan Akuntansi Publik (KAP).

“Tadi dilakukan penyerahan hasil kegiatan audit eksternal oleh Kantor Konsultan Akuntansi Publik Drs Ahmad Junaedi kepada Rektor Universitas Riau Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA bertempat di Rektorat Unri, Senin (27/5),” ujarnya.

Disebutkannya, pada pelaksanaan exit meeting menyampaikan tiga laporan yang pertama adalah laporan keuangan, laporan audit kepatuhan dan laporan audit pengendalian internal.

“Dari hasil pelaksanaan audit eksternal oleh KAP yang berakhir 23 April 2019. Opini yang disampaikan oleh KAP kepada Unri itu adalah Wajar Tanpa Pengecualian. WTP diserahkan langsung kepada rektor. Dihadiri oleh Wakil Rektor Unri, Dekan Unri, kemudian kepala lembaga, Direktur dan Kepala Biro di lingkungan Universitas Riau,” ucapnya kepada Riau Pos, Senin (27/5).

Dijelaskannya, audit ini adalah syarat karena Unri merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang telah menerapkan Sistem Pengelolaan Keungan Badan Layanan Umum (PK-BLU) yang mengedepankan prinsip-prinsip transportasi dan akuntabilitas.

“Kami sebagai Satker PK-BLU untuk dilakukan audit eksternal terhadap laporan keuangan. WTP ini akan menjadi penyumbang kepada opini kementerian. Kami tahun ini hanya menjadi penyumbang WTP,” jelasnya.

“Ini yang akan kita sampaikan kepada kementerian. Ini merupakan salah target kinerja Rektor. Berarti kinerja Rektor sudah terpenuhi salah satunya yaitu hasil laporan keungan tahun 2018 mendapatkan WTP. Kami sudah mendapatkan lima kali WTP laporan keuangan yaitu tahun 2015, 2016, 2017 dan 2018,” terangnya.

Rektor berharap tahun depan Unri kembali bisa mendapatkan WTP. Membenahi beberapa hal lagi agar lebih rapi lagi dalam penyusunan laporan keuangan.(jrr)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

7 jam ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

8 jam ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

8 jam ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

1 hari ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

1 hari ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

1 hari ago