Categories: Pekanbaru

BBPOM Ungkap Rumah Produksi Mi Basah Mengandung Formalin dan Borak

PEKANBARU (RIAU POS.CO) — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru berhasil mengungkap rumah produksi mi basah berformalin dan boraks di Pekanbaru.

Pengungkapan berawal hasil pengujian oleh petugas BBPOM Pekanbaru di salah satu pasar tradisional yang ternyata terindikasi adanya mi basah yang mengandung formalin dan boraks.

Kepala BBPOM Pekanbaru Yosef Dwi Irwan mengatakan, dari hasil temuan tersebut tim bergerak melakukan penelusuran dan melakukan investigasi tempat produksinya yang berada di wilayah Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru.

"Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBPOM di Pekanbaru kemudian melakukan penelusuran sehingga ditemukan rumah produksinya. Yaitu di Wilayah Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru," ujar Yosef Dwi Irwan.

Kemudian, petugas kembali melakukan pendalaman untuk mengetahui siapa pemiliknya, sehingga ditemukan rumah pemiliknya yang juga berada di wilayah Kecamatan Marpoyan Damai.

"Pada 18 April 2022, PPNS BBPOM Pekanbaru bersama dengan tim dari polisi, Satpol PP Riau dan Dinas Kesehatan Pekanbaru melakukan operasi penindakan," terangnya.

Pada saat operasi penindakan tersebut di tempat produksinya ditemukan mi basah yang mengandung formalin sekitar kurang lebih sebanyak 90 kilogram, kemudian formalin 4 liter, dan boraks 2,5 kilogram.

Kemudian juga disita alat produksi untuk membuat mi basah dengan total nilai ekonomi nya Rp60 juta.

Lebih lanjut dijelaskannya, BBPOM Pekanbaru saat ini telah melakukan penyidikan lebih lanjut kepada seorang tersangka yang telah diamankan inisial AR (42).

Berdasarkan keterangan tersangka, ia sudah menjalankan usaha selama satu tahun, yang dipasarkan ke pasar tradisional seperti Pasar Pagi Arengka dan Pasar Siak Hulu Kampar dan juga ada yang mengambil langsung di rumah produksinya.

Dalam sehari rumah produksi mi basah tersebut memproduksi sebanyak 300 kilogram mi basah.

"Rumah produksi mi basah tersebut menjual dengan harga Rp8 ribu per kilogram kepada pedagang. Kemudian dari pedagang nanti dijual ke pembeli/pemesan dengan harga Rp10 ribu per kilogramnya. Formalin dan boraks didapat dari memesan melalui online," ungkapnya.

Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Happy School Holiday Hadir, Nikmati Staycation Keluarga Nyaman di Khas Pekanbaru Hotel

Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo Happy School Holiday mulai Rp485 ribu per malam untuk menemani…

16 jam ago

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Agung Nugroho Ajak ASN Perkuat Semangat Melayani

Wako Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ASN menjadikan nilai Pancasila sebagai landasan kerja dan pelayanan publik…

16 jam ago

Unri Gelar MUED 2026, Dorong Kerja Sama Berkelanjutan dengan Dunia Industri dan Pemerintahan

MUED 2026 menjadi ajang Universitas Riau memperkuat kolaborasi berkelanjutan dengan mitra strategis melalui inovasi dan…

16 jam ago

Wabup Rohul Sidak PKS, Temukan Harga TBS Sawit Masih di Bawah Ketetapan Pemprov Riau

Wabup Rohul menemukan harga TBS sawit di sejumlah PKS masih di bawah ketetapan Pemprov Riau…

17 jam ago

MTQ Riau 2026 Siap Digelar di Kuansing, Sebanyak 816 Peserta Resmi Ditetapkan

Sebanyak 816 peserta MTQ ke-44 Provinsi Riau resmi ditetapkan. Kuansing sebagai tuan rumah mengklaim seluruh…

17 jam ago

Dua Anggota Polres Inhil Resmi Dipecat, Kapolres Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran

Dua personel Polres Inhil resmi diberhentikan tidak dengan hormat. Kapolres menegaskan komitmen penegakan disiplin dan…

17 jam ago