Categories: Pekanbaru

Kenaikan Harga Bahan Pokok Bisa Berpengaruh Inflasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Pekanbaru diprediksi masih akan terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri 1445 H/2024 M. Kenaikan harga tersebut akan mempengaruhi inflasi di Kota Pekanbaru.

Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, sejumlah komoditi bahan pokok saat ini masih mengalami kenaikan. Seperti beras, daging ayam dan telur.

Menurutnya, kenaikan-kenaikan harga bahan pokok ini sangat berpengaruh pada inflasi di Kota Pekanbaru. Terutama beras, yang sampai saat ini tak kunjung turun sejak mengalami kenaikan pada tahun 2023 lalu.

”Jadi saat ini ada beberapa komoditi yang masih perlu kita antisipasi sepertu beras, daging ayam, telur ayam,” ujar Indra Pomi Rabu (27/3).

Bahkan saat ini kata Indra, yang perlu diwaspadai adalah kenaikan tarif transportasi. Menurutnya, tarif kendaraan mudik akan meningkat dibanding hari biasa.

”Transportasi mudik akan naik, tarif tol kemarin juga sudah naik, tentu hal ini akan memicu inflasi di Kota Pekanbaru,” tambahnya.

Namun begitu kata Indra, sumbangsih inflasi terbesar di Pekabaru saat ini adalah harga beras. Harga beras hingga kini masih tinggi dan tak kunjung turun.

”Untuk itu, kita lakukan kontrol terhadap kebutuhan kita dan stok barang yang ada di kita. Kemudian kita lakukan pengawasan ke distributor-distributor, dan kita juga melakukan kerja sama dengan pihak lain untuk memenuhi stok barang kita,” ungkapnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk berbelanja bahan pokok sesuai keperluan saja. Masyarakat diminta untuk tidak berbelanja secara berlebihan, yang berakibat pada stok barang di pasaran berkurang.

”Dengan stok barang yang berkurang di pasar, tentunya akan berakibat pada kenaikan harga. Kemudian juga berdampak pada inflasi,” pungkasnya.

Adapun inflasi di Kota Pekanbaru Februari lalu sebesar 0,55 persen. Sementara pada Januari 2024 lalu, Kota Pekanbaru mengalami deflasi sebesar -0,19 persen. Inflasi yang terjadi pada Februari lalu mengalami kenaikan yang signifikan, sebesar 0,74 persen.(ilo)

Redaksi

Recent Posts

Harga BBM Non-Subsidi Riau Alami Kenaikan per 1 September 2026

Harga bbm subsidi dan nonsubsidi, harga bbm pertamina terbaru per 1 september 2026 di riau…

5 jam ago

Pemkab Kuansing Fasilitasi Pertemuan Masyarakat Koto Baru dan PT RAPP

Dipimpin Plt Bupati Kuansing H Muklisin. Pemkab Kuansing memfasilitasi pertemuan masyarakat Koto Baru dan PT…

6 jam ago

31 Tahun Kopkar RAPP, Bertumbuh dengan Memperkuat Manfaat bagi Anggota

31 Tahun Kopkar RAPP, Bertumbuh dengan Memperkuat Manfaat bagi Anggota. Koperasi karyawan rapp berusia 31…

6 jam ago

Kepala Desa Mengkapan Kecamatan Sungai Apit Apresiasi PBPH-HTI Bantu Pemadaman Karhutla di Luar Konsesi

Sejumlah perusahaan HTI di Riau membantu pemadaman karhutla di luar konsesi. Kades mengapresiasi aksi gotong…

7 jam ago

764 Penerima PKH di Meranti Terdeteksi Terafiliasi Judol, Data Mulai Diverifikasi

Sebanyak 764 KPM PKH di Meranti terdeteksi terkait aktivitas judol. Dinsos kini memverifikasi data sebelum…

8 jam ago

Kakak Beradik Tenggelam di Sungai Kuantan, Jasad Keduanya Ditemukan Terpisah

Dua kakak beradik di Inhu tewas tenggelam saat mandi di Sungai Kuantan. Keduanya ditemukan terpisah…

9 jam ago