Categories: Pekanbaru

Polda Tetapkan Dua Tersangka Kasus Kapal Tenggelam

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kepolisian Daerah (Polda) Riau sudah menetapkan dua tersangka atas kasus tenggelamnya kapal pembawa tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal menuju Malaysia. Kedua berperan sebagai penampung dan penyalur tenaga kerja ilegal di Negeri Sri Junjungan.

Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto kepada Riau Pos, Senin (27/1). Dikatakannya, mereka berinisial MZ (39) dan JF (52), serta ditetapkan tersangka setelah menjalani proses pemeriksaan intensif di Mapolres Bengkalis.

"Tersangkanya MZ dan JF, mereka berperan sebagai penampung dan penyalur TKI ilegal," ungkap Sunarto.

Ditambahkan perwira berpangkat tiga bunga melati, pihaknya telah memasukkan seorang pelaku berinial SY dalam daftar pencarian orang (DPO). SY disampaikan dia, merupakan tekong pembawa tenaga kerja ilegal dan sebagai salah satu korban yang selamat pada peristwa naas itu. "SY itu, selamat dan melarikan diri," sebut mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kapal pembawa tenaga kerja ilegal menuju Malaysia, diceritakan pria akrab disapa Narto, terjadi di perairan Pasir Putih, Desa Putri Sembilan, Kecamatan Rupat Utara, Selasa (21/1), usai diterjang ombak tinggi. Kapal itu, lanjut Kabid Humas Polda Riau, membawa sebanyak delapan belas orang yang terdiri dari seorang tekong dan tujuh belas penumpang.

Sementara itu, lanjut dia, pihaknya sudah menemukan lima belas orang kapal tenggelam di antaranya satu meninggal dunia dan sisanya selamat. "Berdasarkan keterangan para saksi bahwa jumlah orang dalam kapal keseluruhan delapan belas orang, bukan 20 orang. Jadi, masih ada tiga korban yang belum ditemukan," imbuhnya.

Terhadap korban yang ditemukan meninggal dunia, kata Sunarto, sudah dilakukan identifikasi oleh Tim DVI Polda Riau. Hasil pemeriksaan didapati data post mortem seperti berjenis kelamin laki-laki, tinggi badan 165 cm, panjang rambut 38 cm, mengenakan baju merah bertuliskan Love. Lalu, pemeriksaan sidik jari diketahui mayat itu bernama Azizah (41) warga Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara (Sumut).

Atas kondisi ini, dilakukan koordinasi dengan Polda Sumut untuk pencarian keluarga korban berdasarkan alamat yang sudah didapati. "Untuk jenazah korban sudah dijemput pihak keluarga, dan dimakamkan ke kampung halaman," jelas Narto.

Masih kata Narto, terhadap para penumpang yang selamat di antaranya sembilan warga negara Indonesia (WNI) telah dilakukan koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bengkalis. Langkah ini, dilakukan agar para korban dipulangkan ke daerah asalnya. Mereka di antaranya Muhammad Nasir, Fatimah dan Muhammad Nazri.(rir)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Lewati Pembahasan Panjang, APBD Inhil Tahun 2026 Disepakati Rp2,05 Triliun

Setelah pembahasan panjang, DPRD Inhil resmi mengesahkan APBD Tahun Anggaran 2026 senilai Rp2,05 triliun dalam…

11 jam ago

Anthracite Bicycle Community Sawahlunto Kirim Lima Goweser ke Riau Pos Fun Bike 2026

Komunitas Anthracite Bicycle Community Sawahlunto memastikan keikutsertaan lima goweser dalam ajang Riau Pos Fun Bike…

12 jam ago

Harga Bahan Pokok di Pasar Selasa Tuah Karya Terpantau Menurun

Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…

2 hari ago

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

3 hari ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

3 hari ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

3 hari ago