Categories: Pekanbaru

Target Bisa Digunakan Akhir Oktober APBD-P 2020

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – ANGGARAN Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2020 Kota (Pemko) Pekanbaru ditargetkan sudah bisa digunakan akhir Oktober mendatang. Hal ini setelah Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) disepakati Kamis (24/9) malam.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pekanbaru Syoffaizal, Sabtu (26/9) mengatakan, KUA-PPAS disepakati Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pekanbaru secara virtual. "Berdasarkan KUA-PPAS tersebut, APBD-P 2020 disepakati sebesar Rp2,79 triliun atau naik sebesar Rp189 miliar dari APBD murni 2020," jelasnya.

Dia melanjutkan, angka tersebut merupakan gambaran awal. Nanti akandiikuti pembahasan lagi di tingkat Banggar. "Setelah itu  penyampaian nota keuangan, dilanjutkan pandangan fraksi, jawaban pemerintah, baru ketok palu," paparnya.

Setelah dilakukan ketok palu, sebut Syoffaizal, APBD-P akan dilakukan evaluasi terlebih dahulu oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

"Evaluasi di provinsi ini lama waktunya sekitar 14 hari. Selesai evaluasi, ada waktu tiga hari untuk ditindaklanjuti dan disampaikan lagi ke DPRD. Akhir Oktober atau awal November diperkirakan sudah bisa digunakan," ungkapnya.

Sebelumnya, rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD Kota Pekanbaru tahun anggaran 2020 digelar, Kamis (24/9) malam. Rapat paripurna sendiri dilakukan secara virtual dari kantor DPRD Pekanbaru. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani dan diikuti Wali Kota Pekanbaru, Firdaus dan Pj Sekdako Pekanbaru Muhammad Jamil dari Kompleks Perkantoran Tenayan Raya.

Dalam rapat paripurna itu Firdaus memaparkan, sejalan dengan adanya Instruksi Presiden tentang pengalokasian anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19 di Kota Pekanbaru, menghasilkan perubahan pada KUA dan PPAS pada Tahun Anggaran Perubahan.

"Berdasarkan beberapa pertimbangan APBD Perubahan ditetapkan sebesar Rp2,79 triliun mengalami pertambahan Rp189 miliar dari APBD Murni," kata Firdaus.

Menurutnya, walaupun demikian angka tersebut bukan berarti meningkat dari angka sebelumnya. Angka itu bertambah karena ada bantuan dari pemerintah pusat karena tugas tambahan dalam pengendalian pandemi covid-19. (ali)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Harga Bahan Pokok di Pasar Selasa Tuah Karya Terpantau Menurun

Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…

1 hari ago

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

2 hari ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

2 hari ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

2 hari ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

3 hari ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

3 hari ago