Categories: Pekanbaru

Gunakan Atribut dari Barang Bekas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seratusan masyarakat ikut dalam aksi peduli sampah Kota Pekanbaru di kawasan car free day (CFD), Ahad (26/6). Beberapa di antaranya mengenakan atribut yang terbuat dari barang bekas. Seperti sampah goni, kertas bekas, sampah tutup botol, sampah plastik dan berbagai jenis sampah lainnya.

Kegiatan ini digagas oleh Walhi, Laskar Penggiat Ekowisata (LPE) Riau, Komunitas Peguat Konservasi Riau (KPKR), Jungle Ghost Warrohe Blood Indians, Srikandi Pendaki Gunung Indonesia (SPGI), Pondok Belantara, Komunitas Seni Rumah Sunting Pekanbaru, MTMA Pekanbaru, Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia, Mapala Wanapalhi, Mapala Suluh, Suluh, Union Adventure, Woman Cartier Adventure, SMAN 7 Pekanbaru, SDN 153 Pekanbaru, dan lainnya.

Manajer WKR Walhi Riau Fandi Rahman saat dijumpai mengatakan kegiatan ini digelar atas keresahan yang timbul terhadap kondisi sampah yang ada di Pekanbaru beberapa waktu belakangan ini. Kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap masalah sampah yang ada di Pekanbaru.

"Kegiatan ini untuk mengedukasi dan menyosialisasikan bahwa persoalan sampah ini merupakan persoalan kita semua. Selain itu kegiatan ini sebagai upaya keadilan iklim antargenerasi ," ungkapnya kepada Riau Pos di sela-sela kegiatan.

Ditambahkan Fandi, kegiatan ini juga untuk menggugah kepedulian pemerintah terhadap masalah sampah ini. "Kita juga ingin pemerintah lebih peduli dengan persoalan sampah untuk kesehatan masyarakat," jelasnya.

Fandi mengatakan kawasan CFD sengaja dipilih karena merupakan tempat berkumpulnya masyarakat Pekanbaru. "Sehingga pesan yang ingin kami sampaikan bisa lebih cepat tersampaikan," ujarnya.

Pembina Komunitas Seni Rumah Sunting Kunni Masrohanti yang turut hadir dalam kegiatan ini mengatakan, kegiatan ini sengaja dilakukan dengan berbagai kesenian seperti tari, musik, baca puisi, dan lain sebagainya. "Seni merupakan jalan paling ringan, cara yang asyik dan mudah diterima untuk menyampaikan pesan. Termasuk edukasi lingkungan terutama terkait sampah Pekanbaru," katanya.

Kunni mengharapkan ke depannya akan lebih banyak masyarakat yang peduli terhadap masalah sampah ini. "Kami berharap semakin banyak yang akan peduli persoalan sampah. Jadi kalau masyarakat peduli, sampah tidak akan berserakan lagi, kalau masyarakat peduli masyarakat kritis, sehingga pemerintah cepat gerak," tutup Kunni.

Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga diisi dengan long march di sepanjang kawasan CFD, Jalan Jenderal Sudirman.(van)

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Buron ke Sumut, Dalang Pembakaran Jaring Nelayan di Rohil Akhirnya Ditangkap

Terduga dalang pembakaran jaring nelayan di Panipahan, Rohil, ditangkap polisi setelah buron ke Sumatera Utara.

15 jam ago

Antrean BBM Mengular, Pemprov Riau Ajukan Tambahan 99.700 KL Biosolar

Pemprov Riau mengajukan tambahan kuota 99.700 KL biosolar dan 99.556 KL pertalite karena kebutuhan BBM…

15 jam ago

Riau Pos-HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Bertanding

Sebanyak 46 tim siap bertanding di Riau Pos-Honda Student Basketball League 2026 Pekanbaru Series pada…

15 jam ago

PLN Rengat Resmikan SPKLU di Bank Mandiri, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

PLN UP3 Rengat meresmikan SPKLU di Bank Mandiri Rengat untuk memudahkan pengisian daya sekaligus mendorong…

16 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Seragam Gratis Rampung Dibagikan Oktober

sebanyak 20.800 murid SD dan SMP Negeri di Pekanbaru akan menerima seragam gratis. Penyaluran ditargetkan…

16 jam ago

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 34 Pesawat dari Pekanbaru Batal

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan Pekanbaru-Jakarta. Sebanyak 34 penerbangan dari Bandara SSK II…

17 jam ago