M Noer
(RIAUPOS.CO) — Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dilakukan antara Pemerintah Kota Pekanbaru dengan Gojek Indonesia. Kerja sama dilakukan untuk mendukung digitalisasi ekonomi Kota Pekanbaru.
Dengan penandatanganan MoU ini melalui Go-Pay, salah satu layanan Gojek, sistem pembayaran nontunai ini akan hadir di berbagai layanan publik di Kota Pekanbaru. Dengan begitu diharapkan tidak hanya akan membantu memaksimalkan potensi ekonomi digital, namun juga memudahkan masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.
Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru HM Noer MBS usai penandatanganan, Sabtu (25/5) lalu. ’’Kami melihat bahwa pada era digital seperti saat ini, penting bagi kita semua untuk dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal,’’ sebutnya.
Pemanfaatan layanan nontunai bisa diaplikasikan pada banyak bidang. Melalui Go-Pay nantinya masyarakat bisa membayar tiket masuk destinasi wisata, transportasi publik, pajak dan retribusi, layanan kesehatan, bertransaksi di pusat UMKM, hingga bersedekah di masjid-masjid.
‘’Ini tidak hanya untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital melainkan juga memudahkan masyarakat dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik. Semoga dengan kerja sama ini, kita sama-sama dapat merasakan manfaat kebaikannya. Pemerintah dapat pajaknya sedangkan masyarakat merasakan berbagai akses kemudahan aktivitas sehari-hari,’’ tutupnya.(ade)
Laporan M ALI NURMAN, Kota
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.
Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…
Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…
Penjualan kambing kurban di Pekanbaru masih lesu saat Iduladha. Pedagang mengaku pembeli tahun ini menurun…
Bapenda Pekanbaru menggelar razia pajak kendaraan dan menemukan banyak kendaraan menunggak pajak hingga tiga tahun.
Pemprov Riau menetapkan Muhammad Haris sebagai Direktur PT SPR dan Sri Irianto sebagai komisaris melalui…