Categories: Pekanbaru

Mediasi Gugatan Sampah Terancam Deadlock

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Mediasi gugatan citizen lawsuit terkait pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru terancam deadlock. Hal ini mengingat waktu yang diberikan Hakim kepada mediator kepada kedua belah pihak selama 30 hari itu akan segera berakhir. Sementara Kuasa Hukum Penggugat dan perwakilan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru,  DLH Pekanbaru dan DPRD Kota Pekanbaru belum menemukan titik tengah.

"Kalau melihat waktu, tinggal satu kali pertemuan lagi, walaupun pertemuan kami dengan para tergugat tidak dibatasi di luar jadwal mediasi di Pengadilan,"  kata Noval Setiwan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru yang memegang kuasa penggugat Riko Kurniawan dan Sri Wahyuni.

Tidak tercapainya kesepakatan yang diupayakan damai oleh Mediator Pengadilan Pekanbaru ini menurut Noval, adanya beberapa perbedaan persepsi. Salah satunya soal nihilnya kebijakan soal kontrol kantong plastik di Kota Pekanbaru. Tergugat mengklaim sudah, hal itu lewat Perda Sampah dan Surat Edaran Walikota soal pembatasan kantok plastik.

"Kami maunyakan setingkat Perda sebuah aturan yang mengikat. Kalau surat edaran itu kan hanya sekedar imbauan, tidak memaksa. Sementara dalam Perda sampah yang diberikan kepada kami, yang sebenarnya bisa kami cari sendiri  tidak mengakomodir peraturan kantong plastik," kata Noval yang ditemui usai mediasi, pada Rabu (26/1) sore.

Waktu yang tinggal satu pertemuan mediasi lagi, penggugat mempersiapkan berkas yang berisi tuntutan. Salah satunya berisi soal permintaan adanya Perda pengetatan sampah plastik. Pada pertemuan berikutnya tergugat akan menerima surat atau berkas tersebut untuk kemudian ditanggapi.

"Harusnya tidak sulit memenuhi soal kontrol kantong plastik ini, surat edaran itu tinggal dirubah jadi Perda atau Peraturan Wali Kota. Lihat pekan depan bagaimana, kalau tidak juga ada titik temu atau kesepakatan, maka kami akan lanjut ke sidang gugatan saja," tutup Noval.(end)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Air Sungai Kuantan Mulai Surut, Warga Kuansing Diminta Tetap Waspada

Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…

5 jam ago

Riezka Rahmatiana Garap Lahan Tidur di Riau, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…

9 jam ago

Sempat Hilang Dua Hari, Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…

15 jam ago

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

2 hari ago

267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…

2 hari ago

Remaja 13 Tahun Diduga Terseret Arus di Sungai Kampar, Pencarian Masih Berlangsung

Remaja 13 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar kawasan Kuok. Tim BPBD bersama warga masih…

2 hari ago