Categories: Pekanbaru

Polresta Pekanbaru Gandeng KPAI Selidiki Dugaan Perundungan Siswa SD di Bukit Raya

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Satuan Reserse Kriminal  Polresta Pekanbaru menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam penyelidikan dugaan perundungan yang dialami seorang siswa kelas VI SD di Kecamatan Bukit Raya. Peristiwa ini disebut terjadi pada Sabtu (22/11).

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menangani laporan tersebut. Pada Senin (24/11), Unit PPA bersama tim konseling dan KPAI diterjunkan untuk menggali keterangan dari berbagai pihak.

Ia menegaskan, penyelidikan berjalan hati-hati karena melibatkan anak di bawah umur. Informasi awal menunjukkan korban diduga mengalami dua kali tindakan perundungan. Insiden pertama dilakukan seorang murid, sementara kejadian kedua pekan lalu melibatkan murid lainnya.

Sebelumnya, teman korban sudah melaporkan kejadian itu kepada wali kelas. Namun keluarga menilai respons sekolah kurang cepat dalam menangani laporan tersebut.

Kompol Bery memastikan penyidik bekerja profesional dan perkembangan kasus akan diumumkan setelah ada temuan terbaru.

Kapolsek Bukit Raya, Kompol David Ricardo, menambahkan pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban. Ia menyebut polisi harus memastikan apakah kematian itu berkaitan dengan dugaan perundungan atau dipengaruhi riwayat sakit jantung yang dimiliki korban. Polisi juga meminta keterangan dokter yang merawat korban karena jenazah telah dimakamkan.

Selain penyelidikan, Polresta Pekanbaru menyiapkan tim konseling dari Unit PPA untuk mendampingi keluarga selama proses berlangsung. Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyoroti pentingnya respons cepat sekolah dan perlindungan bagi anak korban kekerasan.

Disdik Turunkan Tim

Menanggapi kejadian ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru langsung mengirim tim pengawas untuk menelusuri apa yang terjadi di sekolah. Mereka memeriksa sejumlah pihak guna memperoleh informasi yang lengkap.

Plt Kepala Disdik Pekanbaru, Masykur Tarmizi, memimpin kunjungan ke sekolah korban pada Senin (24/11). Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan instruksi Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho untuk memastikan penanganan serius terhadap kasus tersebut.

Menurut Masykur, pihak keluarga terlihat sangat tenang. Orang tua korban menyatakan tidak akan membawa persoalan itu ke ranah hukum, tetapi berharap kasus serupa tidak kembali terjadi di sekolah mana pun. Harapan tersebut, kata Masykur, menjadi tanggung jawab moral bagi semua pihak untuk memastikan keamanan dan kenyamanan anak di lingkungan sekolah.(dof/ilo/yls)

Redaksi

Recent Posts

Kolaborasi Lawan Stunting, PTPN IV PalmCo Intervensi Gizi Anak di Rokan Hulu

PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…

26 menit ago

Emosi Dipicu Knalpot Bising, Pria di Inhil Bacok Tetangga Sendiri

Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…

35 menit ago

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

22 jam ago

Pasar Murah Kampar Sasar Enam Lokasi, Ini Daftar Komoditasnya

Dinas Perdagangan Kampar gelar operasi pasar di enam titik dengan menyediakan kebutuhan pokok harga terjangkau…

23 jam ago

7 Fungsi Vital Steam Line dan Sanitary Valve dalam Industri Modern

Steam Line dan Sanitary Valve berperan penting mengatur aliran uap (untuk pemanasan/sterilisasi) sekaligus menjamin standar…

23 jam ago

Kapasitas Penyimpanan Kritis, Sistem E-Kinerja Pemkab Meranti Lumpuh Sementara

Server e-kinerja Pemkab Kepulauan Meranti sempat lumpuh akibat kapasitas penyimpanan penuh, Diskominfotik siapkan peningkatan infrastruktur.

24 jam ago