pengangkutan-sampah-di-jalan-soekarno-hatta-lambat
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Memiliki lebar lebih dari 4 meter dengan tinggi setengah meter. Begitulah kondisi tumpukan sampah rumah tangga di badan Jalan Soekarno Hatta setiap harinya, sebelum diangkut oleh petugas kebersihan. Lokasi tumpukan sampah ini berada di dekat Eco Green, Kelurahan Maharatu Kecamatan Marpoyan Damai.
Pantauan Riau Pos, Rabu (24/11) tampak tumpukan sampah rumah tangga seperti sisa-sisa makanan, plastik, stereofom dan juga batang kayu berserakan di badan jalan protokol tersebut.
Bahkan aroma bau busuk turut menyeruak ke badan jalan yang kerap dipadati pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas. Bahkan warga sekitar yang memiliki tempat usaha harus menghadapi tumpukan sampah yang kerap berterbangan ke tempat mereka, karena terbawa angin.
Salah seorang pedagang Iwan mengaku kondisi tumpukan sampah yang berserakan di badan Jalan Soekarno Hatta tersebut sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Awalnya tumpukan sampah hanya ada di dekat tikungan tak jauh dari tempat makan ikan bakar. Namun, akibat tidak pernah diangkut secara keseluruhan membuat tumpukan sampah terus meluas ke badan jalan hingga menuju ke U-trun depan Eco Green. "Sampah ini setiap harinya diangkut oleh petugas, hanya saja waktu pengangkutannya lambat. Maunya pagi itu sampah di jalan-jalan protokol ini sudah bersih ," ucapnya.
Tak hanya itu, sejumlah pemilik beca motor menurut Iwan juga kerap membuang sampah ke badan Jalan Soekarno Hatta, sehingga dan tak jarang membongkar tumpukan sampah untuk mencari barang yang dapat dijual kembali.
"Kami sudah pernah melarang tapi tak pernah digubris. Malah yang buang sampah di sana bukan cuma beca motor melainkan mobil pick up yang sengaja membuang sampah yang mereka bawa ke badan , setelah itu pergi," ucapnya.
Dirinya juga mengeluhkan tumpukan sampah plastik yang kerap berterbangan ke tempat usaha miliknya, sehingga membuat para pembeli enggan berbelanja ketempat usahanya.
"Setiap hari kami harus menyapu karena plastik kerap terbang ke sini. Maunya sampah ini diangkut sampai tuntas, kalau bisa buat penjagaan seperti dulu sehingga tak ada oknum yang membuang sampah sembarangan lagi di sana," harapnya.
Hal senanda juga diungkapkan oleh Nando salah seorang pengendara motor yang melintas di Jalan Soekarno Hatta. Menurutnya, keberadaan tumpukan sampah di badan jalan protokol tersebut sangat merusak lingkungan.
Belum lagi, lanjut Nando tumpukan sampah yang melebar hingga bermeter-meter juga menjadi cerminan bahwa Kota Pekanbaru tidak mampu menangani sampah yang ada, sehingga membuatnya kerap tidak lagi mendapatkan adipura.
"Bagaimana mau dapat adipura, kalau sampahnya saja sudah sepanjang ini. Seharusnya pemerintah dapat melakukan pengawasan lebih kepada pihak yang telah diamanatkan untuk mengangkut sampah yang ada, sehingga tidak ada tumpukan sampah di badan jalan tak lagi ada," tegasnya.(lim)
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota
Polsek Kuantan Mudik menertibkan PETI di areal PT KTBM dan memusnahkan lima rakit tambang ilegal…
Pemkab Bengkalis mengusulkan lima lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dengan konsep pendidikan terpadu bertaraf internasional.
Wabup Rohul meninjau UPTD PAB Ujungbatu dan meminta PLN segera menstabilkan pasokan listrik demi layanan…
Pawai Waisak di Pekanbaru berlangsung meriah dengan 3.000 peserta dan 12 mobil hias meski sempat…
Polisi mengungkap kasus pembunuhan sopir truk Minyakita di Pekanbaru. Rekan kerja korban diduga menjadi otak…
PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.