ILUSTRASI : RAHMAD/ADRI
RIAUPOS.CO – DI musim kemarau seperti saat ini, semua pihak mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan laut (karhutla). Termasuk di wilayah Kepulauan Meranti.
Sejak beberapa pekan terakhir, karhutla sudah terjadi di wilayah ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kepulauan Meranti dibuat sibuk. Petugas terus berjibaku menanggulangi karhutla agar tidak meluas.
Sekretaris BPBD Kepulauan Meranti Eko Setiawan mengungkapkan, untuk mengetahui lokasi karhutla, tim sering memantau titik hot spot melalui satelit.
Dari sana diketahui titik lokasi api yang sedang ditanggulangi oleh tim gabungan terparah berlangsung di Desa Telesung Kecamatan Rangsang Pesisir.
Selain itu, titik api juga terpantau masih menyala di Desa Gayung Kiri, Penyagun, Desa Kampung Balak Desa Maini.
Lucunya, tak jarang titik panas atau hotspot terpantau di tengah laut atau perairan. Kadang juga ada hotspot di rumah dan perkantoran.
”Titik panas tak selalu ada titik api. Tapi harus tetap ditelusuri untuk memastikan apakah ada api. Sering malah pantauan titik panas terjadi di tengah laut Meranti, rumah dan kantor,” ujar Eko.(wir)
Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…
DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…
Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…
MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…
Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…
Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…