Categories: Pekanbaru

Gelar Aksi Demo di Gedung Rektorat Unri

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — RATUSAN mahasiswa Universitas Riau (Unri) menyampaikan aspirasi dan tuntutan, atas permasalahan yang ada di Unri. Aksi unjuk rasa mahasiswa berlangsung di Gedung Rektorat Unri, Senin (24/2).

Dalam orasinya, koordinator lapangan Alvin Julian menyampaikan, mahasiswa meminta agar Rektor Unri bisa menjelaskan berbagai permasalahan yang terjadi di Unri dan perlu segera diselesaikan. Di antaranya, menuntut dan mendesak Rektor segera merealisasikan sistem keamanan menggunakan barrier gate. Juga sengketa lahan Unri dengan PT Hasrat Tata Jaya.

Mahasiswa juga menuntut dan mendesak Rektor Unri untuk menyelesaikan permasalahan infrastruktur yang terhenti di Unri, menuntut dan mendesak Rektor untuk memperjelas status gedung Rusunawa Unri.

Alvin Julian  juga menuntut dan mendesak Rektor untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak dan lampu penerangan jalan yang mati serta fasilitas lainnya. Juga menuntut dan mendesak agar Unri segera membangun halte di FKIP dan FMIPA. Permasalahan Eco Udupark dan Arboretum Unri, pembangunan dan pengelolaan waduk  Fakultas Perikanan dan Kelautan.

‘’Banyak persoalan lain. Termasuk masalah kemanan di Unri yang kerap terjadi kehilangan kendaraan sepeda motor dan sekarang memberlakukan sistem masuk menggunakan kartu tanda mahasiswa (KTM) yang bisa menyebabkan kemacetan di sejumlah pintu masuk dan keluar di Unri,’’ ujar Alvin Julian .

Dalam orasinya, Ia juga  menyampaikan saat ini Unri telah berusia 57 tahun. Usia yang menginjak setengah abad ini bagus suatu institusi perguruan tinggi besar dan ternama seperti Unri. Unri juga telah memperoleh Akreditasi A.

 Sebagai universitas yang terus berkembang, nyatanya memang masih terdapat permasalahan yang belum tuntas dan butuh segera dicari solusi penyelesaiannya oleh seluruh civitas akademika Unri, khususnya para pemimpin Unri.

Sedangkan Rektor Unri, Prof Dr Aras Mulyadi DEA yang tidak sempat menemui ratusan mahasiswa akhirnya, mengutus Wakil Rektor I M Nur Mustafa dan Wakil Rektor III Iwantono. Nur Mustafa berjanji, akan menyampaikan kepada Rektor Unri apa yang menjadi tuntutan mahasiswa seperti terkait keamanan.

"Memang kami merasa kekurangan jumlah tenaga sekuriti. Tapi persoalannya adalah mengangkat honorer baru itu tidak dibolehkan oleh Kementerian. Ini adalah masalah kebijakan yang kami tidak bisa lakukan," terangnya.

Di lahan seluas 176.030 meter persegi  di kawasan Unri saat ini, sudah sah milik PT Hasrat Tata Jaya. Ini berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrahcht). Namun, di lahan yang berada di kawasan berdiri gedung milik Unri yang terlihat masih terbengkalai. Dari pantauan Riau Pos, Senin (24/2), lahan PT Hasrat Tata Jaya di kawasan Unri telah di pagar.(ksm)

Laporan: DOFI ISKANDAR

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ribuan PPPK Paruh Waktu Rohul Belum Terima Gaji Januari 2026

Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…

10 jam ago

DPRD Meranti Tegas Tolak Kenaikan Tarif Ferry, Pengusaha Dipanggil Hearing

DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…

12 jam ago

Tiang FO Tumbang, Pemko Pekanbaru Dorong Jaringan Telekomunikasi Bawah Tanah

Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…

13 jam ago

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

1 hari ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

1 hari ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

1 hari ago