Categories: Pekanbaru

Pertama Kali, Kejari Pekanbaru Terapkan Restorative Justice

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Untuk pertama kalinya, langkah restorative justice (RJ) diterapkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru untuk penyelesaian perkara. Penyelesaian dilakukan terhadap perkara seorang pria yang yang mencuri handphone mantan istrinya sendiri.

Terdakwa yang mendapatkan RJ ini adalah Hendra Gusti. Dia tak kuasa menahan haru lepas dari perkara yang menjeratnya. Tetes air mata tercurah di pipi pria berusia 34 tahun ini dan dia langsung sujud syukur.

Dengan penerapan RJ ini, penuntutan perkara terhadap Hendra Gusti resmi dihentikan. Dia pun bisa melepas rompi tahanan yang dikenakannya.

Usai perkara yang menderanya dihentikan, Hendra kemudian menyalami mantan istri dan anaknya yang turut hadir. Dia pun meminta maaf atas apa yang diperbuatnya.

Kepala Kejari Pekanbaru Teguh Wibowo hadir langsung dalam pemberian RJ ini. Hendra diberikan RJ karena sudah memenuhi persyaratan yang berlaku. "Pertama, yang bersangkutan (Hendra, red) baru pertama kali melakukan tindak pidana. Kedua, ancaman hukuman atas perbuatannya, tidak lebih dari lima tahun,"  urainya.

Syarat RJ lain yang juga dinilai terpenuhi adalah kerugian yang timbul akibat tindak pidana yang terjadi di bawah Rp2,5 juta. "Juga pihak korban bersedia memaafkan tersangka, yang dinyatakan dengan perdamaian. Alhamdulillah hari ini Hendra ini sudah lepas dari tuntutan," paparnya.

Peristiwa yang menjerat Hendra bermula dari dia yang datang ke lokasi usaha milik mantan istrinya. Ketika dia tiba, sang mantan istri sedang sibuk melayani konsumen.

Kesempatan ini digunakan Hendra untuk masuk ke dalam dan menjumpai anak perempuannya. Sang anak saat ditemui sedang sibuk bermain dengan handphone ibunya. "Kesempatan itu digunakan Hendra untuk mengambil handphone yang dipegang anaknya. Lalu dia lari," ungkap Kajari Pekanbaru.

Handphone mantan istrinya yang dicuri kemudian dijual Hendra senilai Rp250 ribu. Hendra yang kemudian ditangkap aparat kepolisian sempat menjalani penahanan selama dua bulan. "Saya khilaf," kata Hendra yang mengaku terdesak untuk membayar utang.(ali)

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

1 jam ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

4 jam ago

Dukung BRK Syariah, Pemprov Riau Terapkan Aturan Wajib bagi Investor

Pemprov Riau mewajibkan investor menyimpan dana di BRK Syariah sebagai langkah memperkuat bank daerah dan…

4 jam ago

Revitalisasi Lamban, Pedagang Harap Pasar Bawah Beroperasi Jelang Ramadan

Pedagang mendesak Pasar Bawah Pekanbaru segera dioperasikan sebelum Ramadan setelah dua tahun revitalisasi belum juga…

4 jam ago

Sumbang 4 Medali ASEAN Para Games, Pendidikan Atlet Difabel Digratiskan Pemkab Rohul

Pemkab Rohul menggratiskan pendidikan atlet difabel Niken hingga Paket C serta memberi uang pembinaan atas…

5 jam ago

Cegah Abrasi Sungai Indragiri, Mahasiswa ITB-I Tanam 100 Pohon

Mahasiswa ITB-I bersama Forkopimda Inhu menanam 100 pohon di bantaran Sungai Indragiri sebagai upaya mencegah…

1 hari ago