Categories: Pekanbaru

Anggaran Kesehatan Jangan Dipotong

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemko Pekanbaru diminta tidak lagi melakukan pemotongan atau recofussing anggaran di Dinas Kesehatan Pe­kanbaru demi dapat memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

"Wali Kota kami minta jangan ada lagi recofussing anggaran lagi di Dinas Kesehatan, karena ini untuk kesehatan masyarakat miskin,"kata Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Aidil Amri kepada wartawan, Rabu (23/3).

Karena targetnya memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat miskin, Aidil menegaskan supaya Diskes Kota Pekanbaru segera merampungkan pendataan masyarakat miskin yang akan dilayani oleh pemerintah.

"Kami akan me­manggil TAPD Pe­kanbaru untuk membahas dan memberikan anggaran lebih untuk Diskes ini. Karena manfaatnya sangat besar untuk masyarakat khususnya yang kurang mampu atau miskin," ungkapnya.

Politisi Demokrat ini juga menegaskan, pihaknya siap mengawal penganggaran di Dinas Kesehatan yang diplot pemko agar tidak ada lagi pemotongan. "Kita di Komisi III akan mengawal anggaran ini,"tambah Aidil.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy sebelumnya sudah menyampaikan kepada Komisi III dalam sebuah hearing terkait pelayanan kesehatan kepada masyarakat kurang mampu ini.

Dia menyampaikan, pemko saat ini mempunyai anggaran yang diintegrasikan bagi masyarakat kurang mampu agar bisa memiliki jaminan kesehatan, yaitu BPJS Kesehatan dalam hal ini melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Dijelaskan lagi, untuk 2022, kuota yang dianggarkan sangat terbatas yaitu hanya sebanyak 57 ribu peserta. Sementara untuk saat ini, baru 55 ribu yang didaftarkan.

"Artinya, kita memang masih memerlukan lagi tambahan anggaran untuk bisa memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat tersebut,"jelasnya kepada wartawan usai hearing dengan Komisi III, kemarin.

Katanya lagi, masyarakat Pekanbaru yang mempunyai BPJS Kesehatan sebanyak 82 persen. Artinya, untuk mengejar 95 persen masuk ke program Universal Health Coverage (UHC) masih diperlukan tambahan sekitar 13 persen lagi.

"Kalau jumlah penduduk Kota Pekanbaru sebanyak 1,5 juta jiwa, ya perlu sekitar 80 ribu perserta lagi yang harus kita daftarkan,"terangnya.

 Zaini menyebut, apabila program UHC sudah tercapai maka masyarakat tidak perlu menunggu waktu jeda sampai 14 hari agar BPJS Kesehatan bisa diaktifkan.

"Kita akan dukung itu, dan memang pendataan yang perlu dibenahi," pungkasnya.(gus)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Siap Rebut Trofi Kemenangan, SMA Kalam Kudus Pekanbaru Sambut Roadshow Honda DBL 2026

Tim roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau hadir menyapa para pelajar SMA…

9 jam ago

Jembatan Sarang Elang Kecil di Batang Peranap Roboh, Dinas PUPRPKP Inhu Cari Solusi Penanganan

Dinas PUPRPKP Kabupaten Indragiri Hulu mencari solusi anggaran senilai Rp500 juta usai Jembatan Sarang Elang…

9 jam ago

Pameran Budaya Internasional 2026 UIN Suska Riau Suguhkan Roti Canai Hingga Teh Tarik Khas Malaysia

Konsulat Malaysia di Pekanbaru menggelar Pameran Kebudayaan Internasional 2026 di UIN Suska Riau dengan menyuguhkan…

9 jam ago

Pelebaran Jalan HR Soebrantas Ditargetkan Selesai Desember 2026, Sisi Depan Unri Jadi 16 Meter

Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP mulai melebarkan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru…

9 jam ago

Batal Diusulkan di Desa Wonosari, Dinsos Bengkalis Cari Lokasi Alternatif Pembangunan Sekolah Rakyat

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…

1 hari ago

Modus Investasi Pengangkutan Batu Bara, Pria Berinisial S Ditangkap Polresta Pekanbaru

Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…

1 hari ago