PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru menaja Pengembangan Kapasitas dan Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba Melalui Workshop di Dunia Usaha/Swasta, pada Rabu (23/9/2020).
Dalam sambutannya Kepala BNNK Pekanbaru AKBP Sukito mengatakan, kegiatan tetap dijalankan dengan protokol kesehatan. Sebab, tidak tau kapan Covid-19 akan berakhir.
"Nilai positif yang dapat diambil dari Covid-19, para bandar itu lockdown atau pun PSBB. Ini malah bergerilya. Biasanya orang yang melakukan kejahatan berani menyerempet yang bahaya," jelasnya yang didampingi Kasi P2M Fitriani Harahap.
Terbukti, dari hasil penangkapan atau kegiatan lapangan BNN secara kualitas atau kuantitas naik. Dengan begitu, tentunya tidak boleh ketinggalan aksi dari penjahat.
"Sasaran narkoba adalah masyarakat. Sehingga, acara ini perlu melibatkan seluruh elemen. Kejahatan narkoba adalah penyakit masyarakat. Selagi masih ada masyarakat tidak akan hilang. Sehingga, kami mencoba mencegah," ungkapnya.
Laporan: Sofiah (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra
Hari pertama Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa berlangsung meriah. Sebanyak 10 jalur berhasil…
Bupati Kuansing Suhardiman Amby menerima dua penghargaan dari Menteri Agama RI pada pembukaan MTQ Riau…
Mahasiswa ITB Indragiri mengembangkan agroeduwisata melon madu di Rengat. Selain menjadi tempat belajar, lokasi ini…
Pemancing bernama Riki ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Danau PLTA Koto Panjang. BPBD mengimbau…
Hari pertama Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa berlangsung meriah. Ribuan penonton hadir, sementara…
Pawai taaruf MTQ Riau ke-44 di Teluk Kuantan berlangsung meriah. Sebanyak 17 ribu peserta dan…