Categories: Pekanbaru

Kaesang dan Dodo Dipindahkan ke Hutan TNTN

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, Balai TNTN, TNI dan Polri bersama-sama melakukan evakuasi dan translokasi gajah sumatera di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Rabu (18/8) sampai Jumat (20/8). 

Kepala Bidang KSDA Wilayah I Andri Hansen Siregar mengatakan, evakuasi dan translokasi dua ekor gajah sumatera liar remaja berjenis kelamin jantan dilakukan karena kedua satwa tersebut telah merusak kebun warga di sekitar wilayah di Kecamatan Peranap tepatnya di Kelurahan Peranap selama kurang lebih satu  bulan.

"Sebelumnya, tim gabungan telah beberapa kali melakukan upaya penggiringan ke habitatnya, namun belum berhasil. Selain itu, telah ditemukan beberapa barang yang diduga mengancam hidup gajah liar ini, sehingga perlu dilakukan langkah translokasi," ujarnya, Ahad (22/8). 

Translokasi gajah liar yang diberi nama Kaesang dan Dodo berhasil dilepasliarkan dan bergabung dengan kelompoknya yang berada pada salah satu kantong gajah yang ada di  Riau yaitu di kawasan Taman Nasional Teso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan. 

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama melakukan upaya evakuasi dan translokasi. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kecamatan Peranap dan sekitarnya yang telah kondusif serta tidak anarkis terhadap satwa gajah sumatera," ungkapnya. 

Dia menjelaskan, alasan gajah tersebut diberi nama Kaesang adalah gajah yang berumur sekitar 10 tahun. Sosok yang kuat dan emosional.  

"Gajah Kaesang  ini, sempat menyerang mahout (pawing, red) saat akan dirilis, untung saja si  Kaesang dalam keadaan terikat, sehingga teman-teman mahout tidak dapat dijangkaunya," terangnya.

Kemudian, alasan diberi nama Dodo karena gajah berumur sekitar 6 tahun lebih. Sosok yang lincah, memiliki keberanian dan kuat. Gajah Dodo paling lama sendiri. Pada saat akan dinaikkan ke dalam truk, kebetulan Widodo (koordinator mahout di lapangan) dengan panggilan Dodo selalu aktif memberikan arahan ke mahout lainnya.

"Gajah satunya dinamakan Dodo untuk mengingatkan kelincahan Mas Widodo (pawang gajah) menghadapi gajah liar," ujarnya.(dof)
 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Miris! Tiga Anak di Siak Setiap Hari Mengemis, Orang Tua Diberi Ultimatum

Tiga anak di Siak tak lagi sekolah dan setiap hari mengemis di jalan. Dinsos turun…

16 jam ago

Fazya-Halda Dinobatkan sebagai Bujang Dara Meranti 2026, Siap Melangkah ke Tingkat Riau

Muhammad Fazya Kurniawan dan Halda Mirsyanda terpilih sebagai Bujang Dara Meranti 2026 dan akan mewakili…

17 jam ago

MUI Ingatkan Warga Jelang Agustusan: Soal Pakaian Karnaval hingga Hadiah Lomba

MUI mengingatkan masyarakat soal ketentuan agama dalam karnaval dan lomba Agustusan, termasuk busana serta penggunaan…

17 jam ago

Target 100 Pohon per Gudep, Wali Kota Pekanbaru Libatkan Pramuka dalam Green City

Wali Kota Pekanbaru mendorong Pramuka menjadi pelopor green city dengan target setiap gudep menanam dan…

17 jam ago

23,6 Kilometer Jalan Rusak di Pekanbaru Sudah Diperbaiki, Ini Ruas yang Masih Digarap

Perbaikan jalan di Pekanbaru terus dikebut. Dari target lebih dari 42 kilometer, sebanyak 23,6 kilometer…

17 jam ago

Karhutla di Inhu Meluas hingga 50 Hektare, Api Mulai Merangsek ke Hutan Primer

Karhutla di Sungai Guntung Hilir, Inhu, meluas hingga 50 hektare dan sulit dipadamkan karena asap…

20 jam ago