cuaca-ekstrem-warga-kota-bertuah-diminta-waspada
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Angin kencang dan hujan lebat di Pekanbaru, Ahad(22/5) dini hari menyebabkan pohon tumbang di beberapa lokasi. Peristiwa yang disebabkan cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan terjadi. Warga Kota Bertuah diminta meningkatkan kewaspadaan.
Demikian disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru Zarman Chandra. Dia mengungkapkan, BMKG sudah memperkriakan kondisi cuaca ekstrem masih terjadi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gejala alam yang tidak bisa diprediksi," ujarnya.
Kewaspadaan kata dia penting agar warga Pekanbaru memiliki pencegahan dini terhadap potensi dampak cuaca ekstrem. "Masyarakat bisa melaporkan dampak bencana alam ke BPBD Kota Pekanbaru ke call centre 112 atau bisa kontak ke 0811 7651 464. Tim kita akan turun ke lokasi," imbuhnya.
Dalam pada itu, terkait adanya pohon tumbang Ahad dini hari, dikatakan Zarman pendataan masih dilakukan. Dia memperkirakan ada beberapa lokasi terdampak. "Kita koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru untuk mengevakuasi pohon yang tumbang. Harapan kita dilakukan pemangkasan segera pohon yang berusia tua. Karena saat angin kencang ini bisa tumbang," urainya.
Dari pantauan di Pekanbaru, beberapa lokasi terjadi pohon tumbang. Di antaranya adalah di Jalan Singgalang, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya.
Kemudian juga di Jalan Karya Bakti Kelurahan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya, Jalan Rajawali, Jalan Dr Sutomo dan Kulim. Pohon tumbang ini mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.(ali)
Gajah Sumatera jinak Indro mati di Tesso Nilo usai menjalani perawatan intensif akibat komplikasi kesehatan…
Prancis lebih diunggulkan menghadapi Swedia di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Trio Mbappe, Dembele,…
Pengumuman hasil SPMB SMP Pekanbaru 2026 ditunda karena verifikasi dan sinkronisasi data masih berlangsung. Pendaftar…
Ujang nekat melawan buaya demi menyelamatkan istrinya yang diserang di Desa Soren. Korban selamat dan…
Pelatih Jerman Julian Nagelsmann mengkritik format babak 32 besar Piala Dunia 2026 karena hanya memiliki…
Kematian lima calon manajer Koperasi Merah Putih saat latsarmil menuai sorotan. Koalisi sipil mendesak investigasi,…