Categories: Pekanbaru

Angin Kencang Ganggu Jaringan Listrik di Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hujan badai yang melanda Kota Pekanbaru, Sabtu (21/5) malam menyebabkan jaringan listrik mengalami gangguan. Dan hingga Ahad (22/5) sore, jaringan listrik belum normal.

Dilaporkan, masih ada beberapa wilayah di Kota Pekanbaru yang jaringannya belum normal hingga kemarin sore. Meski personel PLN dilaporkan masih terus bekerja untuk memulihkan jaringan dampak gangguan cuaca buruk ini.

Manajer PLN UP3 Pekanbaru, Wira Bhakti Dharma  dalam rilisnya yang Riau Pos terima kemarin menjelaskan, terjadi hujan badai dan angin kencang mengakibatkan putusnya pasokan listrik yang dirasakan oleh sekitar 529.309 pelanggan, yang berada di wilayah kerja PLN UP3 Pekanbaru. Sementara itu, total sebanyak 3.676 gardu distribusi terdampak dari cuaca ektrem tersebut.

"Kami mengerahkan sejumlah 30 personel yang terdiri tim Teknik PLN beserta mitra kerja yang kami sebar di titik – titik gangguan untuk mempercepat proses pemulihan," papar Wira Bhakti Darma.

Dijelaskan, bahwa upaya awal yang dilakukan, memastikan titik – titik gangguan dalam zona aman potensi bahaya listrik, dari masyarakat sekitar. Pihaknya juga melakukan manuver supplay arus jaringan listrik, untuk meminimalkan jumlah pelanggan yang terdampak padam.

"Saat ini (Ahad pukul 10.00 WIB, red) total sekitar 43.649 pelanggan yang masih terdampak sedang dalam proses penanganan oleh petugas kami," sebutnya.

Atas keterlambatan pemulihan ini, Wira dan segenap PLN UP3 Pekanbaru meminta maaf kepada seluruh pelanggan, atas ketidaknyamanan yang dirasakan.

"Kami tetap berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh pelanggan. Kami juga berusaha secepatnya pasokan bisa normal kembali, apalagi petugas kami standby di lapangan," katanya.

PLN Diminta Tanggap

Merespon persoalan ini, anggota DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST, minta agar petugas PLN segera memperbaiki jaringan yang rusak, akibat badai tersebut, dan tetap safety dalam menjalankan tugasnya.

"Kami minta PLN gerak cepat (gercep), sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Apalagi sampai berhari-hari, kami percaya untuk ini," tegas Sigit saat diminta tanggapannya, kemarin.  

Dan terhadap persoalan yang terjadi, diminta juga oleh politisi Demokrat ini, agar PLN melakukan sosialisasi penyebab pemadaman kepada masyarakat, agar tidak menimbulkan pertanyaan lagi. Sembari terus melakukan perbaikan.

"Mana saja titik yang rusak parah dan estimasi perbaikannya berapa jam. Jangan sampai miskomunikasi dengan masyarakat. Karena masyarakat berharap segera pulih," harapnya.

Tidak hanya itu, Sigit juga minta kepada Dinas DLHK agar memperhatikan pohon-pohon tua atau pohon yang kiranya dapat mengganggu jaringan listrik untuk dapat di tebang, atau di pangkas. "Ini demi keselamatan bersama dan kenyamanan," tuturnya.(yls)

Laporan AGUSTIAR, Pekanbaru

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

2 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

2 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

2 hari ago

Kolaborasi Lawan Stunting, PTPN IV PalmCo Intervensi Gizi Anak di Rokan Hulu

PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…

2 hari ago

Emosi Dipicu Knalpot Bising, Pria di Inhil Bacok Tetangga Sendiri

Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…

2 hari ago

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

3 hari ago