Categories: Pekanbaru

Denda Terkumpul Rp20 Jutaan

(RIAUPOS.CO) — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru mencatat telah mengumpulkan pembayaran denda warga yang tertangkap tangan membuang sampah sembarangan sebanyak Rp20.750.000. Sanksi berupa denda itu sendiri masuk ke dalam kas daerah Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

“Jadi, denda yang dibayarkan itu masuk ke kas daerah. Terima langsung disetor. Sama dengan pajak,” kata Kepala DLHK Pekanbaru Zulfikri melalui Kasi Penegakan Hukum Rubi Adrian kepada Riau Pos, Senin (21/10).

Jumlah itu, lanjut dia, hasil akumulasi dari total 81 warga yang terjaring razia dikali sanksi denda sebesar Rp250 ribu. Sehingga didapat Rp20.250.000. Sementara itu, ada satu lagi warga harus membayar Rp500 ribu karena ketahuan membakar sampah.  

“Keseluruhan hingga 21 Oktober ini sudah ada 149 operasi tangkap tangan (OTT). 67 di antaranya belum membayar atau sekitar Rp16.750.000 lagi bila dikalikan denda sebesar Rp250 ribu,” rincinya.

Diakuinya, denda membuang sampah sembarangan di Kota Pekanbaru paling besar dibandingkan kota-kota lain. Di Provinsi lain ada maksimalnya berapa, tapi tidak ada minimalnya. Jadi, berapa yang ada saja. Ini tidak memberi efek jera kepada masyarakat. Dengan denda cukup besar masyarakat akan berfikir dua kali untuk buang sampah sembarangan,” jelasnya.

Sesuai aturannya, buang sampah diperbolehkan pada jam tujuh malam hingga jam lima subuh, sehingga pada pagi hari sudah bisa diangkut oleh petugas. “Lewat jam itu tidak boleh lagi, ada aturan yang berlaku,” sambungnya.

Ditegaskan dia, apapun jabatannya pihaknya akan menindak secara tegas bagi pembuang sampah sembarangan. “Dari masyarakat biasa, pedagang, pengusaha maupun ASN itu sendiri. Apapun jabatannya, kalau tertangkap harus tanggungjawab atas kesalahannya,” imbuhnya.

Pada Senin (21/10) sekitar pukul 15.00 WIB, Satgas DLHK juga melakukan OTT disekitar kawasan Kelurahan Sidomulyo Barat tepatnya di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru. Maka, jumlah OTT yang ada saat ini bisa bertambah dari total sebelumnya.

“Seharusnya buang sampah langsung ke TPS. Didaerah sana banyak angkutan bandel, angkut sampah dari rumah-rumah warga terus buang di daerah situ. Ketika diberitahu tidak boleh banyak yang melawan dan tidak mau tahu,” tegasnya.

Salah seorang Satgas DLHK Afrizal mengatakan meski diguyur hujan, tim tetap melaksanakan OTT hingga pukul enam sore. Setidaknya dalam operasi ini ada delapan orang warga yang tertangkap tangan membuang sampah sembarangan, terlebih di bahu jalan.

“Ada delapan yang tertangkap. Semua masyarakat yang membuang dari bapak-bapak, ibu-ibu, maupun anak muda. Tidak hanya motor saja, yang pakai mobil juga ada tertangkap,” sebutnya.

Setidaknya dalam operasi ini ada sepuluh anggota Satgas yang turun. Diharapkan kepada masyarakat yang ditangkap tidak mengulangi kembali. “KTP-nya disita. Kalau mau ambil langsung datang ke kantor DLHK pada pukul 14.00 WIB, kami pun selalu mengingatkan dan mensosialisasikan kepada masyarakat soal aturan pembuangan sampah saat melakukan OTT,” tutupnya.(*1)

Laporan MUSLIM NURDIN, Kota

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Dugaan Korupsi Anggaran Kendaraan Dinas Meranti, Ketua DPRD Minta Hormati Proses Hukum

Ketua DPRD Kepulauan Meranti meminta semua pihak menghormati proses hukum Kejari terkait dugaan korupsi anggaran…

2 jam ago

HSBL 2026 Pekanbaru Series Hari Kedua Sajikan Delapan Pertandingan

HSBL 2026 Pekanbaru Series memasuki hari kedua dengan delapan pertandingan di GOR Tribuana, termasuk laga…

2 jam ago

Karhutla di Tapung Masuk Hari Keempat, 3 Hektare Lahan Gambut Terbakar

Karhutla di Desa Karya Indah, Tapung, Kampar, memasuki hari keempat. Api padam, tetapi sejumlah titik…

3 jam ago

Job Fair Rohul 2026 Jadi Kesempatan Pencari Kerja Temukan Lowongan Baru

Job Fair Rohul 2026 digelar 12 Oktober untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan…

3 jam ago

Antisipasi Keracunan MBG, BGN Kuansing Ingatkan SPPG Perketat Cek Kualitas Makanan

BGN Kuansing meminta SPPG memperketat pemeriksaan menu MBG untuk mencegah makanan basi atau kedaluwarsa yang…

3 jam ago

6.000 Liter Formula X-Fire Dikirim Polri untuk Atasi Karhutla Pelalawan

Polri menguji Formula X-Fire untuk menangani Karhutla di lahan gambut Pelalawan dengan dukungan 6.000 liter…

1 hari ago