Categories: Pekanbaru

Sidak Pelaksanaan PPDB, Banyak Wali Murid Menemukan Kejanggalan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Anggota Komisi V DPRD Riau Agung Nugroho yang membidangi persoalan pendidikan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Pekanbaru. Yakni SMAN 2 dan SMAN 8. Saat sidak, Agung menyaksikan langsung bagaimana proses penerimaan peserta didik baru (PPDB). Di mana ada banyak wali murid yang mengadukan nasib pendaftaran anak mereka.

Di SMAN 2, beberapa orang tua siswa mengadukan kendala saat mendaftar secara dalam jaringan (daring). Bahkan beberapa wali murid mengaku langsung di tolak pada form aplikasi wabsite. Setelah di telusuri, anak yang hendak mendaftar merupakan pindahan domisili dari Duri ke Pekanbaru. Akan tetapi saat mendaftar tidak disertai surat pindah tugas orang tua ke Pekanbaru.

Sementara di SMAN 8, Agung juga mendapat aduan dari belasan wali murid. Aduan paling umum adalah persoalan zonasi. Di mana ada banyak kejanggalan yang di rasakan wali murid terkait jumlah pendaftar berdasarkan jarak. Salah seorang wali murid mengatakan bahwa ada ratusan pelamar yang tinggal pada jarak 30 meter saja dari sekolah.

"Sangat tidak mungkin jarak 30 meter ada ratusan pendaftar. Itu tinggalnya bagaimana? dempetan? kan enggak mungkin," sebut salah seorang wali murid.

Menanggapi semua aduan tersebut, legislator asal Kota Pekanbaru itu memastikan bakal menyampaikan seluruh aduan wali murid langsung kepada kepala dinas pendidikan. Karena setelah sidak, pihaknya akan melakukan rapat bersama Disdik untuk membahas persoalan PPDB ini.

"Habis ini kami ada jadwal rapat bersama Kadisdik Provinsi. Jadi bapak ibu silahkan sampaikan semua keluhannya. Saya tidak menjamin anak ibu lulus, tapi saya berani berjanji kalau proses PPDB ini terasakan sesuai aturan dan berjalan transparan," ungkapnya.

Usai Sidak, Agung mengatakan bahwa aduan PPDB tidak hanya ia dapat saat melaksanakan sidak. Akan tetapi banyak wali murid lain yang mengadu. Salah satunya tentang surat keterangan (suket) yang tiba-tiba ada banyak di sekitar lokasi sekolah. Sehingga bisa mengalahkan calon murid yang masuk zonasi, tapi tinggal lebih jauh dari radius yang menggunakan suket.

Atas kondisi itu, dirinya meminta Disdik Riau untuk menunda pengumuman kelulusan PPDB. Serta meminta pihak sekolah atau dinas untuk melakukan verifikasi secara faktual terhadap suket yang di sertakan oleh pendaftar."Harus di cek ulang. Kalau perlu cek faktual, datangi rumah masing-masing. Betul atau enggak," pungkasnya.

 

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.

19 jam ago

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

3 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

3 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

3 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

3 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

3 hari ago