Categories: Pekanbaru

Tak Puas Daring, Rindu Anak Didik

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Tarik ulur kebijakan sekolah tatap muka yang tak kunjung pasti membuat hati para guru dan peserta didik terombang-ambing.  Bagaimana tidak, sudah satu tahun mereka harus terpisah jarak.

Biasanya setiap pagi mereka selalu bisa bertegur sapa di sekolah. Kini hanya dapat bersua kata di depan layar gatged. 

Inilah yang dirasakan oleh Sarnilawati MPd.  Guru mata pelajaan Ekonomi di MAN 1 Pekanbaru Jalan Bandeng,  Kamis (21/1). Setiap pagi, Sarnilawati selalu datang ke sekolah dengan membawa sejumlah buku pelajaran untuk memberikan pendidikan kepada para siswanya. 

Meskipun hanya melalui aplikasi Zoom, Sarnilawati tetap berusaha semaksimal mungkin memberikan ilmu pengetahuannya kepada siswa didiknya dibantu dengan peralatan sekolah seperti papan tulis dan spidol meskipun sering terkendala teknis. 

"Sebenarnya selama memberikan pendidikan melalui aplikasi, saya merasa banyak sekali kendalanya. Apalagi

Mata pelajarannya yang harus berdasarkan praktek karena merupakan metode hitungan. Sangat sulit bagi peserta didik untuk menyerap ilmu tersebut. Karena tidak bisa hanya sekedar ucapan kata," jelasnya. 

Segala cara dilakukan oleh Sarnilawati mulai dari membuat PowerPoint, membuat video belajar yang diserahkan langsung oleh anak. 

Adanya sejumlah kebijakan sekolah tatap muka yang dikelurkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru serasa angin segar bagi dirinya dan peserta didik.

Mereka malah telah mempersiapkan segala cara untuk mensukseskan program sekolah tatap muka tersebut mulai dari menyiapkan dua ruangan kelas belajar untuk setiap kelasnya. Bahkan menyiapkan sarana prasaranan pengamanan Covid-19 di kawasan sekolah. 

"Walaupun sampai sekarang kami masih merindukan sekolah tatap muka. Tapi apalah daya. Saat ini kebijakan tersebut belum bisa diambil oleh pemerintah kita. Terpaksalah kami berusaha untuk melengkapkan fasilitas pendidikan sekolah dengan segala macam cara. Awalnya kami menggunakan kamera melalui laptop saja. Tetapi tidak maksimal. Lalu, manajemen MAN 1 Pekanbaru membantu dalam menyediakan perangkat kamera yang lebih bagus agar setiap guru dapat memberikan pembelajaran secara maksimal kepada siswa," katanya. 

Sampai saat ini ia masih berharap pandemi Covid-19 dapat segera berakhir dan dirinya bisa kembali berkumpul dengan semua peserta didiknya, yang juga merasakan hal yang demikian pula. 

"Semogalah pandemi ini berakhir. Kami rindu mengajar tatap muka bersama siswa didik di sekolah. Kadang hati saya terenyuh saat anak-anak didik saya curhat mereka ingin segera belajar di sekolah bermain bersama teman-temannya. Tapi semua itu belum dapat terselenggarakan karena pandemi yang masih mengepung Kota Bertuah," harapnya.*** 

Laporan : Prapti Dwi Lestari (Pekanbaru)

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Diduga Sopir Microsleep, Bus Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas

Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…

20 jam ago

KM Gading 2 Tenggelam di Perairan Tanjung Buton, 3 Tewas dan 1 Masih Hilang

Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…

20 jam ago

Libur Sekolah Makin Seru, Khas Pekanbaru Hotel Hadirkan Promo Menginap Mulai Juli

Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo School Holi-Deals selama Juli 2026 dengan paket menginap lengkap untuk…

2 hari ago

UAS Sempat Dihadang di Kutai Barat, Syahrul Aidi Minta Polisi Bertindak Proaktif

Syahrul Aidi mengecam penghadangan Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat dan meminta aparat menjamin keamanan…

2 hari ago

Jangan Sampai Terlewat! Daftar Ulang SPMB SD Negeri Hanya Digelar Dua Hari

Daftar ulang SPMB SD Negeri di Pekanbaru resmi dimulai. Orang tua melengkapi berkas, sementara sekolah…

2 hari ago

Jabatan Pimpinan Tinggi di Meranti Akan Diisi Lewat Talent Management, Bukan Seleksi Terbuka

Pemkab Kepulauan Meranti resmi menerapkan manajemen talenta ASN setelah mendapat persetujuan BKN. Pengisian JPTP tak…

2 hari ago