Categories: Pekanbaru

7.000 Kantong Darah Dihimpun Setiap Bulan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sekitar 5.000 hingga 7.000 kantong darah diproduksi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Pekanbaru per bulan. Permintaan serta persediaan tergantung dari banyaknya pendonor setiap harinya, dan rumah sakit yang meminta persediaan per hari. Pendonor bisa dari kalangan mana saja. 

Darah reject (rusak) yang terdeteksi HIV, Hepatitis B, Hepatitis C dan Sipilis biasanya akan dikirim ke Jakarta untuk dimusnahkan. Pemusnahan darah reject diproses oleh perusahaan khusus. 

Darah yang layak untuk ditransfusikan setelah dilakukan pemeriksaan sekitar 2 jam, sampai benar-benar dikatakan aman dari empat penyakit tadi, serta proses cocok serasi. 

"Darah akan diolah melalui proses cocok serasi, baru darah bisa ditransfusikan, karena sekarang sudah tidak dipakai istilah universal. Sesuai UU yang telah diatur, PMI bertugas membantu mengolah darah serta mendistribusikannya secara aman, jangan sampai darah berakibat fatal ke penerima," kata Zulkifli, Kepala Markas PMI Pekanbaru saat ditemui Riau Pos beberapa waktu lalu.

Zulkifli menuturkan, paling efektif itu adalah donor keluarga, "Itu sudah otomatis karena di dalam darah itu banyak dan semua kehidupannya di situ, makanya dikatakan cocok serasi, baru darah ditranfusikan. Jika tidak akan diolah lagi dan diperlukan waktu 2 jam," katanya lagi.

Zulkifli menjelaskan sesuai surat edaran nomor HK/ Menkes/31/I/2014 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan, tarif darah disesuaikan dengan tarif yang diatur masing-masing daerah. Maksimal Rp360 ribu per kantong. 

"Munculnya angka itu dikarenakan adanya proses pengolahan, sampai operasional, pengecekan empat penyakit, HIV, Hepatitis B, Hepatitis C dan Sipilis, serta HB (Hemoglobin) dan tensi," ucapnya.

Masyarakat harus sadar akan pentingnya donor darah, karena kita tidak tahu kapan hal buruk bisa menimpa kita.(lim)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Pemkab Rohul Ajukan Percepatan Jadwal Terbang JCH ke Batam, Ini Alasannya

Pemkab Rohul usulkan percepatan jadwal penerbangan JCH ke Batam demi efisiensi waktu dan kenyamanan jamaah…

1 hari ago

Kuansing Bersiap Jadi Tuan Rumah, 819 Peserta Ramaikan MTQ Riau

Sebanyak 819 peserta siap ikut MTQ Riau 2026 di Kuansing. Persiapan venue, penginapan, dan kawasan…

2 hari ago

Jalan Amblas Depan Kantor Gubernur Riau Langsung Diperbaiki, PUPR Bergerak Cepat

PUPR Riau cepat perbaiki jalan amblas di Sudirman Pekanbaru. Enam ruas jalan sudah dibenahi, tiga…

2 hari ago

Menjamur di Jalan Protokol, Bangunan Liar di Pekanbaru Segera Dibongkar

Bangunan liar menjamur di jalan protokol Pekanbaru. Satpol PP segera lakukan penertiban karena ganggu drainase…

2 hari ago

Wako Pekanbaru Turun Tangan, Drainase dan Sampah Jadi Fokus Utama Atasi Banjir

Wako Pekanbaru tinjau titik banjir dan temukan masalah drainase serta sampah. Pemko siap lakukan revitalisasi…

2 hari ago

Pembelian Pertalite Tak Lagi Pakai Rekomendasi Desa, SPBU Inhu Dorong XStar

SPBU Inhu dorong penggunaan aplikasi XStar untuk BBM subsidi. Warga mengeluh, harga Pertalite di pelosok…

2 hari ago