Categories: Pekanbaru

Dengan Aplikasi BSR, Tugas Jadi Lebih Mudah

Tanpa kenal waktu, Bripka Juli Waluyo terus melacak keberadaan kontak erat pasien positif Covid-19. Melalui data yang diterimanya pada sebuah aplikasi, pasien dan keluarga dihubungi satu persatu. Selama pandemi terjadi, sudah 2.078 orang di-tracing polisi satu ini.

Laporan BAYU SAPUTRA, Kota

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Beragam cerita dan kegiatan yang di lakukan oleh Bripka Juli Waluyo untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pekanbaru yakni dengan melakukan tracing kepada warga yang memiliki kontak erat dengan pasien positif. Dilakukan dari Juli 2021 hingga Oktober 2021.  Bripka Juli Waluyo berhasil melakukan tracing kepada 2.078 warga Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung sekaki.

Memang, sebagai bhabinkamtibmas di Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, ia mendapat tugas tambahan. Sebagai seorang pen-tracing dalam upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pria yang akrab disapa Waluyo ini berhasil menerapkan sistem kerja tracing yang mulanya di terapkan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melalui sistem tracing di aplikasi Si Lacak. Aplikasi ini berfungsi untuk mendapatkan data-data yang pasien Covid-19 yang positif dan kemudian dilakukan tracing kepada kontak erat pasien tersebut.

"Awalnya kami diperintahkan pimpinan (Kapolda Riau) untuk melakukan tracing hingga 40 orang kontak erat," ujar Waluyo berbincang dengan Riau Pos beberapa waktu lalu.

Waluyo menyebut soal aplikasi Si Lacak milik pemerintah Kota Pekanbaru tersebut. Di mana pimpinan Polri tidak bisa memantau hasil dan kinerja para bawahannya. Hal tersebut diketahui setelah ada pemeriksaan dari Markas Besar (Mabes) Polri untuk aplikasi dimaksud. Di mana pimpinan Polri tidak bisa melihat apa yang dikerjakan oleh Bhabinkamtibmas dan personel lain di lapangan.

"Hingga pimpinan kami, Pak Kapolda Riau membuat aplikasi Bersama Selamatkan Riau (BSR)," ulasnya.

Waluyo yang sejak awal pandemi Covid-19 di Kota Pekanbaru sudah biasa melakukan tracing pasien karena sesuai tugasnya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga di kelurahan yang ia jaga, begitu ada aplikasi BSR, ia sudah biasa menjalankannya.

"Karena saya juga sudah biasa melakukan tracing dan sekarang lebih mudah dengan BSR ini," sebutnya.

Misalnya, jelas Waluyo, ketika bangun pagi, ia sudah tahu apa yang akan dilakukan. Dengan membuka aplikasi di gawai miliknya, kemudian akan muncul data pasien dan nomor telepon si pasien yang terkonfirmasi positif.

"Kemudian saya melakukan tracing melalui telepon atau video call dengan warga tersebut, dan kemudian saya datang ke lokasi pasien berada," jelasnya.

Karena dinilai sukses melakukan tracing terbanyak dan menerapkan sistem kerja yang ada di aplikasi Bersama Selamatkan Riau (BSR) ini, Bripka Juli Waluyo berhasil mendapatkan penghargaan dari Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Dr Pria Budi dengan kategori tracing terbanyak melalui aplikasi BSR.

Kapolresta langsung memberikan penghargaan kepada bhabinkamtibmas dan tenaga kesehatan (nakes) yang berprestasi di lingkup Kota Pekanbaru. "Penghargaan tersebut kita berikan kepada Bhabinkamtibmas atas nama Bripka Yuli Waluyo dengan kategori Bhabinkamtibmas terbaik atas pencapain sebagai tracer terbanyak pada aplikasi Bersama Selamatkan Riau (BSR)," ujar Kapolresta Pekanbaru saat penyerahan penghargaan awal Oktober lalu.

Dengan memanfaatkan aplikasi Bersama Selamatkan Riau, Bripka Yuli Waluyo berhasil mendapatkan hasil tracing pasien Covid-19 sebanyak 2.078 orang. Selain Bripka Waluyo seorang tenaga kesehatan atas nama drg Dona Hariyanti juga mendapatkan penghargaan dari Kapolresta Pekanbaru.

"Di dalam aplikasi Bersama Selamatkan Riau tersebut, mereka semua terintegrasi antara bhabinkamtibmas dan tenaga kesehatan, dari dokter Dona memberikan sebanyak 621 rekomendasi," jelas Kapolresta.

Aplikasi yang diusung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi ini, ternyata bisa memudahkan koordinasi seluruh anggota Polri yang langsung terintegrasi dengan tenaga kesehatan Kota Pekanbaru. Sehingga dapat melakukan penanganan dan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Provinsi Riau, khususnya di Kota Pekanbaru.

"Dengan aplikasi ini kita berharap seluruh bhabinkamtibmas dan tenaga kesehatan lebih mudah lagi untuk berkoordinasi dalam upaya men-tracing pasien Covid-19, seperti yang dilakukan oleh Bripka Waluyo dan drg Dona Hariyanti," pungkas Kombes Pria Budi.***

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Brazil adalah Brazil, Ancelotti Tetaplah Don Carlo

Carlo Ancelotti mulai menunjukkan sentuhan pragmatis bersama Brazil. Kini Selecao bersiap menghadapi ancaman Erling Haaland…

13 jam ago

Pecah Rekor 10 Tahun, Kafilah Inhu Sukses Tembus 4 Besar MTQ Riau 2026

Kafilah Inhu mencetak sejarah dengan finis di peringkat IV MTQ Riau 2026. Prestasi terbaik dalam…

13 jam ago

Bertemu Sahabat Lama, Rifat Sungkar Dukung Penuh Pengembangan Kota Pekanbaru

Rifat Sungkar menyatakan siap membantu Pemko Pekanbaru mewujudkan pembangunan sirkuit otomotif dan mendukung berbagai program…

13 jam ago

Besok Pagi! Bergerak Bersama Mitsubishi Motors dan Riau Pos Hadirkan Rifat Sungkar di Pekanbaru

Mitsubishi Motors bersama Riau Pos menggelar Bergerak Bersama di Grand Ubud Pekanbaru dengan beragam aktivitas…

1 hari ago

Pemko Pekanbaru Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Layanan Pengaduan SPMB Dibuka

Pemko Pekanbaru membuka layanan pengaduan dan jalur pemenuhan kuota SPMB SMP 2026 agar seluruh anak…

2 hari ago

PKL Kembali Menjamur di Sekitar Jembatan Siak IV, Satpol PP Pastikan Penertiban Berlanjut

PKL kembali bermunculan di Jalan Sudirman Ujung dekat Jembatan Siak IV. Satpol PP Pekanbaru menegaskan…

2 hari ago