Categories: Pekanbaru

Dampak Penyekatan, Median Jalan Jadi Korban

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Median jalan di Jalan Soekarno/Hatta menjadi korban dan rusak karena sejumlah pengendara, khususnya roda dua melintasi median jalan untuk menghindari penyekatan jalan saat PPKM level 4.

Pantauan Riau Pos, Jumat (20/8) di Jalan Soekarno/Hatta, tampak median jalan yang tak jauh dari fly over Simpang SKA depan Transmart mengalami kerusakan.
Para pengendara roda dua yang melintas di atas media jalan tersebut guna keluar dari kemacetan panjang yang kerap terjadi sejak simpang Jalan Tuanku Tambusai ditutup.

Belum lagi, kondisi u-turn yang sempit dengan satu arah belokan sehingga membuat kedua jalur jalan mengalami kemacetan.

Salah seorang pengendara roda dua yang nekat melintasi median jalan di depan Transmart, Arwan mengaku dirinya tidak memiliki pilihan lain agar bisa keluar dari kemacetan yang terjadi  akibat adanya penyekatan di simpang Jalan Tuanku Tambusai.

"Sebenarnya nggak mau juga. Kalau Jalan Tuanku Tambusai itu dibuka, kemacetan panjang tidak akan terjadi. Kami pun pengendara tak akan berani lewat di atas median jalan," ucap dia.

Ia mengaku bersalah karena telah menyumbang kerusakan terhadap fasilitas publik. Namun menurutnya, Pemerintah Kota Pekanbaru juga harus kembali membuka penyekatan ruas jalan agar tidak terjadi kemacetan.

"Tahu saya salah. Tapi pemerintah juga salah. Nggak ada gunanya menutup jalan. Memangnya corona itu lewat di jalan yang ditutup. Nggak kan? Ini malah buat kemacetan dan menimbulkan kerumunan. Ya corona pasti ada di kawasan yang macet itulah," katanya.

Hal yang serupa juga diungkapkan oleh Fia. Pengendara roda dua ini mengaku terpaksa melintas di median Jalan Soekarno-Hatta karena harus terburu-buru untuk menyelesaikan urusan di rumah.

Ia mengaku, tak ada jalan lain untuk bisa sampai ke rumahnya karena penyekatan yang dilakukan oleh pihak kepolisian Kota Pekanbaru.  "Saya buru-buru ada keluarga yang sakit. Jadi lewat sini," kata dia.

Fia berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dapat lebih efektif dan selektif lagi dalam memutuskan peraturan. "Karena, kalau hanya membuat masyarakat menderita dan menimbulkan persoalan baru lebih baik dicari solusinya. Dan hentikan peraturan yang tidak bermanfaat ini," katanya.(ayi)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Agung Toyota Buka Program Trade In New Hilux, Mobil Lama Bisa Ditukar

Agung Toyota membuka program trade in New Hilux di Riau. Konsumen dapat menukar mobil lama…

2 jam ago

Ribuan Pecinta Vespa Meriahkan Pawai Gebyar Scooter Lancang Kuning ke-16 di Bengkalis

Pawai Gebyar Scooter Lancang Kuning ke-16 di Bengkalis berlangsung meriah dengan peserta dari berbagai provinsi…

3 jam ago

SSB PTPN IV Regional III Juara Liga TOPSkor Riau, Siap Harumkan Nama Riau di Nasional

SSB PTPN IV Regional III juara Liga TOPSkor Pekanbaru 2026 dan berhak mewakili Riau pada…

4 jam ago

Galeri24 Pegadaian Tebar Promo Kicau, Diskon Emas Batangan hingga 19 Juli

Galeri24 Pegadaian menghadirkan Promo Kicau dengan diskon 1,5 persen untuk pembelian emas batangan selected item…

4 jam ago

ICW Temukan Dugaan Potensi Rente Triliunan dalam Proyek 80 Ribu Pikap Kopdes

ICW menyoroti pengadaan 80 ribu pikap Kopdes Merah Putih yang diduga memiliki potensi rente hingga…

4 jam ago

48 Ribu Warga Kota Padang Masih Menganggur, Lapangan Kerja Belum Seimbang

Sekitar 48 ribu warga Kota Padang masih menganggur. Pemko memperkuat pelatihan berbasis kebutuhan industri untuk…

5 jam ago