Categories: Pekanbaru

Serba-Serbi Pedagang Sepeda Bekas

(RIAUPOS.CO) — Di tangan Iskandar, sepeda anak-anak hingga dewasa mampu disulapnya menjadi layaknya sepeda baru. Berbagai jenis sepeda terpampang di ruko miliknya di Jalan Hang Tuah ujung, tidak jauh dari Pasar Tangor, Pekanbaru, Selasa (20/8).

Sepeda yang telah dipolesnya sedemikian rupa tertata apik di depan ruko, hal ini dimaksudkan agar masyarakat yang melintas dapat melihat dagangannya. Pria yang kini menginjak usia 54 tahun itu selama 34 tahun berdagang sepeda bekas. 

Dengan banyaknya sepeda modern berbagai model. Tak membuat sepeda bekas kehilangan pelanggannya, salah satunya karena harganya yang bisa separuh dari harga sepeda baru. “Paling laris itu untuk anak-anak, harganya sekitar Rp400-500 ribuan. Kalau baru mau jutaan,” ungkap Iskandar kemarin. 

Untuk mendapatkan pasokan sepeda bekas. Ia memperoleh dari tempat jual beli barang bekas dan masyarakat sekitar yang ingin menjual sepeda lamanya. 

Puluhan tahun berkutat di bisnis sepeda bekas, ia telah merasakan pahit asinnya kehidupan. Seperti berkelahi dengan istri karena tak membawa hasil jualan untuk makan kedua anaknya. “Hari ini saja baru dapat Rp30 ribu. Tergantung, pernah sepekan dapat Rp2 juta dari sepeda,” sambungnya. 

Ia menuturkan bahkan pernah membeli sepeda dari warga. Ternyata sepeda tersebut merupakan barang curian, sehingga ia dituduh mencuri sepeda tersebut. 

“Pernah ada yang komplain sepeda yang diservis di sini tidak ada. Karena mereka servis, terus enam sampai tujuh bulanan tidak diambil. Sudah lupa yang mana sepedanya lagi,” ujarnya. 

Tidak seperti dulu, meski masih ada peminat. Penjualan sepeda memang tidak seramai dahulu. Maka dari itu, ia juga bekerja serabutan dengan membuka servis dongkrak, sopir, antar karangan bunga hingga menjadi tim sukses. “Sekarang bengkel ada dua. Satu di Arengka II dan satu di sini. Yang di sini untuk anak,” jelasnya. 

Meski melakukan banyak pekerjaan serabutan seperti itu. Dengan wajah sumingrah ia mengatakan menyukai, sebab, dengan begitu ia bisa bertemu dengan banyak orang. “Senang. Bisa nambah pertemanan. Allhamdulillah dari jualan sepeda dan usaha lain mencukupi,” pungkasnya. (*1/ade)

Laporan MUSLIM NURDIN, KOta

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

2 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

2 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

2 hari ago

Hakim Vonis Ringan Kasus Penggelapan Miliaran, Kejari Inhil Siap Banding

Vonis ringan kasus penggelapan Rp7,1 miliar di Inhil tuai sorotan. Kejari siap banding, korban kecewa…

3 hari ago

45 Jemaah Haji Riau Akhirnya Berangkat Usai Alami Penundaan

Sebanyak 45 jemaah haji Riau yang sempat tertunda kini telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan…

3 hari ago

Wako Pekanbaru Jemput Dukungan Pusat, Gaspol Benahi Sistem Sampah

Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…

3 hari ago