Categories: Pekanbaru

Dituduh Pelakor

PEKANBARU(RIAUPOS.CO) — Eka tak pernah menyangka handphone yang dipinjamkan ke temannya malah menjadi bumerang bagi kehidupannya.

Suatu hari, seorang teman Eka meminjam handphone-nya  untuk menelepon seseorang. Setelah selesai, handphone pun dikembalikan ke Eka.

Siangnya, Eka dan temannya tersebut makan siang bersama. Saat makan, Eka mendapat panggilan telepon dari nomor yang tak dikenal. Eka mengangkatnya.

"Hallo…," katanya.

Dari seberang terdengar suara wanita yang entah kenapa langsung memaki Eka. Dengan nada tinggi wanita itu bicara tanpa putus.

Eka pun shock saat wanita itu menyebutnya perebut laki orang (pelakor). Eka berusaha memberi penjelasan namun sang wanita terus saja bicara. Ia tak memberi kesempatan buat Eka menjawab tuduhannya.

Nafsu makan Eka pun hilang. Dengan kesal, ia memutuskan sambungan telepon itu.

Tak lama, handphone-nya kembali berdering. Dari nomor yang sama.

Eka mengangkatnya. Berharap wanita itu mau mendengarkan penjelasannya.

Tapi, lagi-lagi Eka harus mendengarkan umpatan dengan nada yang lebih keras.

"Kamu ini selingkuhan suami saya, ya? Kenapa tadi saya ngomong kamu main matikan saja telepon. Dasar pelakor! Tak ada jantan yang masih sendiri apa di sana? Sampai-sampai kamu menggatal dengan suami orang,"ujar wanita tersebut.

Tak bisa menahan kesabarannya lagi, Eka langsung menjawab dan memutus omongan wanita yang tidak ia kenal sama sekali.

"Eh, Mbak! Saya ini cewek baik-baik ya. Itu tadi yang menelepon teman saya. Dia itu adiknya suami, Mbak. Kok malah saya yang dituduh jadi pelakor. Mulutnya tolong dijaga ya," jawab Eka dengan nada tak kalah tinggi.

"Kalau nggak percaya, ni dia ada di samping saya. Ayo, ngomong kamu sama dia!" kata Eka kesal kepada temannya sambil menyerahkan handphone.

"Kakak, ini aku Lita. Tadi aku pinjam hape kawan buat telepon ke nomor abang. Kakak jangan ngomong sembarangan dong. Tak enak jadinya aku sama kawanku," ucap teman Eka.

Sang teman meminta maaf kepada Eka dan kembali memberikan handphone kepada Eka.

Eka pun mendekatkan handpone ketelinga dan mendengar masih ada sambungan.

"Dek, kakak minta maaf ya.. Kakak salah paham. Kakak kira kamu selingkuhannya suami kakak tadi. Makanya kakak marah-marah nggak jelas," ujar wanita tersebut penuh penyesalan.

Tapi karena Eka sudah sakit hati dan kesal, ia langsung saja membalas wanita itu dengan mematikan sambungan teleponnya. Alamaaak!!(ayi)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

4 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

4 hari ago