sebabkan-kemacetan-pengendara-keluhkan-galian-pdam
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Belum selesai dengan masalah dampak galian proyek sistem pengolahan air limbah domestik terpusat (SPALD-T), warga Kota Pekanbaru kembali harus dihadapkan pada masalah galian proyek air bersih PDAM Tirta Siak. Proyek galian PDAM ini menyebabkan kemacetan.
Pantauan Riau Pos, Jumat (19/11), kemacetan panjang terjadi sejak persimpangan Jalan Tuanku Tambusai menuju Jalan Soekarno Hatta arah ke Jalan Riau, Kecamatan Payung Sekaki. Bahkan kemacetan sempat terjadi di atas fly over SKA.
Salah seorang pengendara motor Adi mengaku kesal karena untuk bisa melintasi Jalan Soekarno Hatta tepatnya di depan SPBU, dirinya harus menghabiskan waktu hampir 20 menit hanya untuk berbelok arah menuju pusat perbelanjaan yang terdekat.
Menurutnya, para pekerja proyek galian melakukan pembongkaran terhadap badan jalan dan memarkirkan alat berat mereka sehingga badan jalan yang bisa dilewati oleh pengendara motor maupun mobil hanya menyisakan beberapa meter saja.
"Sempit jadinya jalannya. Kalau dipaksa kami malah menyerempet kendaraan lain kalau tidak kami malah terperosok ke dalam lubang galian yang pekerja buat," kata dia. "Kami maunya jangan sampai menyebabkan kemacetan panjang seperti ini. Segeralah diselesaikan agar badan jalan ini kembali lancar lagi," ujarnya menambahkan
Hal yang serupa juga diungkapkan oleh salah seorang pejalan kaki Jamal. Menurutnya akibat pembangunan proyek PDAM tersebut, sejumlah trotoar yang ada tak dapat lagi digunakan karena turut menjadi bagian dari pembangunan proyek PDAM tersebut.
Dirinya juga menyesalkan, para pekerja terlihat membiarkan saja pejalam kaki melintasi badan jalan yang penuh dengan kendaraan bermotor sehingga dapat membahayakan keselamatan mereka. "Seharusnya kalau dibongkar kasihlah tempat untuk pejalan kaki bisa melintasi. Ini hanya bekas gundukan tanah yang dibiarkan tidak merata saja, kalau sampai pejalan kaki terserempet mobil atau motor bagaimana. Siapa yang akan bertanggung jawab?" kata dia.
Ia meminta Pemerintah Kota Pekanbaru seharusnya dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat agar sejumlah proyek yang tengah dijalankan saat ini tidak membahayakan keselamatan pengendara ataupun masyarakat sekitar lokasi proyek.(ayi)
Terduga dalang pembakaran jaring nelayan di Panipahan, Rohil, ditangkap polisi setelah buron ke Sumatera Utara.
Pemprov Riau mengajukan tambahan kuota 99.700 KL biosolar dan 99.556 KL pertalite karena kebutuhan BBM…
Sebanyak 46 tim siap bertanding di Riau Pos-Honda Student Basketball League 2026 Pekanbaru Series pada…
PLN UP3 Rengat meresmikan SPKLU di Bank Mandiri Rengat untuk memudahkan pengisian daya sekaligus mendorong…
sebanyak 20.800 murid SD dan SMP Negeri di Pekanbaru akan menerima seragam gratis. Penyaluran ditargetkan…
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan Pekanbaru-Jakarta. Sebanyak 34 penerbangan dari Bandara SSK II…