Serahkan Bendera: Asisten II Setdaprov Riau Indra menyerahkan bendera AKMR kepada Ketua AKMR periode 2019-2022 Azwir Effendy (kanan) di Hotel The Premiere Pekanbaru, Selasa (19/11/2019).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Asosiasi Kontraktor Migas Riau (AKMR) resmi dilantik, asosiasi ini harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri menghadapi peralihan kekuasan dari perusahaan Chevron ke Pertamina untuk mengelola Blok Rokan 2021.
"Asosiasi ini di dalamnya ada stakeholder yang selama ini berkecimpung di sektor migas, terutama di Chevron, kontraktor ini sudah puluhan tahun berkecimpung di sana," kata ketua AKMR Azwir Affendy, saat ditemui usai dilantik di Hotel The Premiere, Selasa (19/11).
Di dalam AKMR ini kata Azwir, terdapat 64 perusahaan yang tergabung dari total 246 perusahaan yang terdaftar di Chevron, namun tidak dipungkiri ke depannya akan ada perusahaan yang akan tergabung di dalam asosiasi yang dipimpinnya.
"80 persen dari 64 perusahaan ini adalah perusahaan local company, sisanya dari Jakarta," katanya.
Azwir mengatakan, ada tiga
program jangka pendek yang akan dilakukan AKMR kedepannya yakni pertama, AKMR mempunyai kewajiban perlindungan hukum terhadap member yang tergabung di dalam AKMR dan terhadap kebijakan pemerintah yang memberatkan dunia usaha.
"Kemudian AKMR juga akan ikut andil dalam iven apapun yang berkaitan dengan Blok Rokan, dengan duduk bersama sebelum terjadinya transisi pada 2021 mendatang," ujarnya.
Selain itu, AKMR juga akan berkoordinasi dengan baik memberikan kesempatan kepada calon investor dari luar, dengan arti AKMR tidak anti pendatang. "Kita ingin bersama pemodal lain untuk kepentingan usaha migas," ujarnya.
Upaya AKMR di dalam menghadapi masuknya perusahaan-perusahaan luar untuk merebut pengelolaan di dalam Blok Rokan, ia mengatakan sudah membuat benteng dengan cara setiap kontraktor yang akan melaksanakan pengelola Blok Rokan harus terdaftar di AKMR terlebih dahulu.
"Hal itu masih kita koordinasi dengan SKK Migas terkait dengan ketentuan itu, karena sebagaimana diketahui kita harus mengikuti aturan main, kita jauh hari sudah melakukan koordinasi dengan asosiasi yang lain, seperti Asosiasi Pengeboran Minyak Indonesia atau APMI dan mencoba setiap orang yang ikut masuk di migas harus bergabung dengan AKMR dulu," katanya.
Sementara itu, anggota DPR RI yang juga sebagai pembina AKMR Effendi Sianipar mengatakan, ia mengapresiasi terbentuknya AKMR.(*4/lim)
Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…
Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…
Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…
Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…
Penerapan UMK 2026 di Meranti dinilai belum optimal. Pemkab pun menyiapkan Perbup sebagai aturan teknis…
PSMTI Riau akan menggelar Musprov V akhir pekan ini di Pekanbaru untuk memilih ketua definitif…