SIDAK PASAR INDUK: Komisi IV mendengarkan langsung keluhan warga saat melakukan sidak di lokasi pembangunan proyek Pasar Induk Pekanbaru, Selasa (17/12/2019). (agustiar/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Peduli dan prihatin dengan kondisi yang dialami warga sekitar pembangunan Pasar Induk, Soekarno Hatta Ujung (Arengka), Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pembangunan Pasar Induk. Kahadiran pasar sendiri sudah lama dinantikan penyelesaiannya oleh masyarakat pedagang.
Sidak ini dipimpin langsung Ketua Komisi IV, Sigit Yuwono dan juga melibatkan anggota komisi lainnya, Mulyadi, Roni Pasla, Ruslan Tarigan, Rois, dan juga didampingi Kepala Dinas PUPR, Indra Pomi, Selasa (17/12) sore.
''Kita datang karena keluhan masyarakat. Makanya langsung ke lokasi pembangunan ini," kata Sigit.
Dari keluhan warga setempat, dipastikan dampak banjirnya terjadi di enam perumahan yang ada di sekitar Pasar Induk. Disampaikan warga kepada DPRD Pekanbaru, bahwa sejak ada pembangunan Pasar Induk, lingkungan perumahan di sekitarnya mengalami banjir saat hujan turun. Dan sampai saat ini juga belum ada respon baik dari pengembang atau kontraktor pembangunan Pasar Induk ini.
"Dampak ditinggikannya kawasan Pasar Induk ini, membuat lingkungan kami banjir. Karena tak ada parit dibuatnya," kata warga setempat, Firdaus.
Persoalan ini disampaikan Firdaus yang juga merupakan ketua RW 11 ini, terjadi sejak dua tahun terakhir. Mereka juga tidak menuntut apa-apa kepada pengembang. Melainkan hanya minta dibuatkan drainase di sepanjang kawasan Pasar Induk. Dulu, disebutkan Firdaus ada drainase. Namun. kini telah ditimbun bangunan pasar.
"Kami hanya minta dibuatkan parit saja kepada pengembang. Hanya itu. Dan tidak akan ada masalah lagi. Bayangkan, enam perumahan merasakan dampak banjir ini setiap kali hujan," ungkapnya lagi.
Padahal, kata Firdaus, pihaknya sudah minta dukungan ke Lurah. Tapi belum juga ada respon dari kontraktor pengembang Pasar Induk ini.
"Kami juga sudah mengadu ke Komisi I DPRD Pekanbaru. Mereka pun sudah turun ke sini. Tapi belum juga selesai," jelasnya lagi.
Mendengar langsung keluhan dan permintaan warga ini, Anggota DPRD Pekanbaru, Ruslan Tarigan meminta agar pengembang bisa memenuhinya.
"Ya, berkoordinasilah dengan baik. Penuhi permintaan warga untuk membuat parit. Kasihan juga mereka terkena dampaknya. Kalau belum bisa permanen, parit tanah saja dulu," harap Ruslan.
Artinya, ditambahkan Anggota Komisi lainnya, Rois, keluhan ini diminta supaya segera dipenuhi. Karena sudah lama warga menderita.
Hujan banjir, lalu jalan jadi berlumpur dan licin. "Sampai kapan warga harus mengalami dampak ini. Bagaimanapun caranya, tentu kita minta bantu kepada pengembang dan juga Pemerintah Kota Pekanbaru untuk merespon permintaan warga ini," tutur Rois.(azr)
Laporan Agustiar, Kota
Pemkab Inhu mengunjungi 10 kementerian dan belajar pengelolaan sampah di Jakarta Utara sebagai langkah membangun…
Harry Kane menolak dibandingkan dengan Erling Haaland jelang laga Inggris vs Norwegia dan optimistis The…
Polsek Mandau menangkap pria berinisial MR dalam kasus dugaan peredaran sabu. Polisi menyita 32 paket…
Persaingan Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru makin ketat. Sebanyak 120 atlet muda masih…
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kuansing telah mencapai 82 persen. Plt Bupati Muklisin meminta kontraktor menjaga…
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…