Categories: Pekanbaru

Tuntaskan Persoalan Banjir dan Drainase

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Peduli dan prihatin dengan kondisi yang dialami warga sekitar pembangunan Pasar Induk, Soekarno Hatta Ujung (Arengka), Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pembangunan Pasar Induk. Kahadiran pasar sendiri  sudah lama dinantikan penyelesaiannya oleh masyarakat pedagang.

Sidak ini dipimpin langsung Ketua Komisi IV, Sigit Yuwono dan juga melibatkan anggota komisi lainnya, Mulyadi, Roni Pasla, Ruslan Tarigan, Rois, dan juga didampingi Kepala Dinas PUPR, Indra Pomi, Selasa (17/12) sore.

''Kita datang karena keluhan masyarakat. Makanya langsung ke lokasi pembangunan ini," kata Sigit.

Dari keluhan warga setempat, dipastikan dampak banjirnya terjadi di enam perumahan yang ada di sekitar Pasar Induk. Disampaikan warga kepada DPRD Pekanbaru, bahwa sejak ada pembangunan Pasar Induk, lingkungan perumahan di sekitarnya mengalami banjir saat hujan turun. Dan sampai saat ini juga belum ada respon baik dari pengembang atau kontraktor pembangunan Pasar Induk ini.

"Dampak ditinggikannya kawasan Pasar Induk ini, membuat lingkungan kami banjir. Karena tak ada parit dibuatnya," kata warga setempat, Firdaus.

Persoalan ini disampaikan Firdaus yang juga merupakan ketua RW 11 ini, terjadi sejak dua tahun terakhir. Mereka juga tidak menuntut apa-apa kepada pengembang. Melainkan hanya minta dibuatkan drainase di sepanjang kawasan Pasar Induk. Dulu,  disebutkan Firdaus ada drainase. Namun. kini telah ditimbun bangunan pasar.

"Kami hanya minta dibuatkan parit saja kepada pengembang. Hanya itu. Dan tidak akan ada masalah lagi. Bayangkan, enam perumahan merasakan dampak banjir ini setiap kali hujan," ungkapnya lagi.

Padahal, kata Firdaus, pihaknya sudah minta dukungan ke Lurah. Tapi belum juga ada respon dari kontraktor pengembang Pasar Induk ini. 

"Kami juga sudah mengadu ke Komisi I DPRD Pekanbaru. Mereka pun sudah turun ke sini. Tapi belum juga selesai," jelasnya lagi.

Mendengar langsung keluhan dan permintaan warga ini, Anggota DPRD Pekanbaru, Ruslan Tarigan meminta agar pengembang bisa memenuhinya.

"Ya, berkoordinasilah dengan baik. Penuhi permintaan warga untuk membuat parit. Kasihan juga mereka terkena dampaknya. Kalau belum bisa permanen, parit tanah saja dulu," harap Ruslan.

Artinya, ditambahkan Anggota Komisi lainnya, Rois, keluhan ini diminta supaya segera dipenuhi. Karena sudah lama warga menderita. 

Hujan banjir, lalu jalan jadi berlumpur dan licin. "Sampai kapan warga harus mengalami dampak ini. Bagaimanapun caranya, tentu kita minta bantu kepada pengembang dan juga Pemerintah Kota Pekanbaru untuk merespon permintaan warga ini," tutur Rois.(azr)

Laporan Agustiar, Kota

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

6 jam ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

9 jam ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

10 jam ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

10 jam ago

Alasan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Mundur, Nalladia Ayu Rokan Diganti Imustiar

nalladia ayu rokan, ketua fraksi golkar dprd riau mundur dari jabatannya dan digantikan imustiar sebagai…

1 hari ago

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

1 hari ago