Categories: Pekanbaru

Lapar dan Alami Dehidrasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Titik terang penyebab kematian harimau betina yang ditemukan di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Bengkalis,  Ahad (17/10), terungkap. Dari hasil neukropsi yang dilakukan dokter hewan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, penyebab kematiannya karena dehidrasi setelah berhari-hari terjerat kaki kiri bagian depannya. 

Dokter hewan BBKSDA Riau drh Danang mengungkapkan, harimau tersebut telah terjerat selama lima hari. Saat tertambat di jerat babi jenis seling baja tersebut, harimau tidak langsung mati. Melainkan setelah sekitar lima hari tidak mendapat asupan apapun, membuat satwa terancam punah ini tidak mampu bertahan hidup. 

Kondisi ini diketahui menurut Danang setelah diperiksa bahwa lambung harimau dalam kondisi kosong. 

"Tidak mendapat makanan dan menderita dehidrasi berat," sebut Danang. 

Kerusakan pada kaki akibat jeratan kabel baja juga diduga mempengaruhi kesehatan harimau selama terjerat. "Untuk pemeriksaan fisik, ditemukan luka berat pada kaki depan sebelah kiri. Lukanya sudah sangat dalam, sudah terlihat tulangnya," lanjut Danang. 

Danang memperkirakan harimau itu mati kurang dari 48 jam sebelum ditemukan warga. Umurnya saat kematian diperkiraan sekitar 4-5 tahun dan diprediksi belum pernah melahirkan. Harimau itu sendiri memiliki tapak depan selebar 12 cm dan tapak belakang 10 cm. Sementara panjang badannya mencapai 1,9 meter dari ujung kepala hingga ekor. Tingginya sudah mencapai 90 cm. 

Diberitakan sebelumnya, seorang pekebun menemukan harimau di Desa Tanjung Leban. Lokasi penemuan berjarak sekitar 21,85 km dari kawasan Suaka Margasatwa Bukit Batu. Harimau tersebut tertambat berhari-hari pada sebuah jerat yang sebenarnya dimaksudkan untuk menjerat babi hutan. 

Saat ditemukan harimau betina itu sudah dalam keadaan mati dengan kaki kiri bagian depan terjerat seling berbahan baja. Untuk mengidentifikasi lebih lanjut harimau tersebut, BBKSDA langsung melakukan evakuasi ke Pekanbaru. Bangkai harimau itu tiba di Pekanbaru pada Ahad (17/10) petang hari lalu.(end)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Total 683 Dapur Beroperasi di Riau, BGN Targetkan 1,5 Juta Penerima Manfaat

Badan Gizi Nasional meresmikan 87 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Riau untuk mendukung…

2 jam ago

Cegah Peredaran Barang Haram, Polsek Kampar Kiri Gelar Razia Kafe Malam Hari

Polsek Kampar Kiri menggelar razia pencegahan narkotika di sebuah kafe di Desa Lipat Kain Utara,…

4 jam ago

Beroperasi Selama 31 Tahun, Mall Legendaris Plaza Citra Pekanbaru Tutup Permanen

Pusat perbelanjaan legendaris Plaza Citra Pekanbaru resmi menghentikan operasional secara permanen setelah 31 tahun melayani…

11 jam ago

16 Tahun Setia Mendampingi Dharma Loka, Coach Dewit Terapkan Ilmu DBL Camp 2025

Coach Dewit sukses mengaplikasikan ilmu dari DBL Camp 2025 untuk membenahi fundamental pemain hingga membawa…

12 jam ago

Kreatif dan Sarat Pesan Lingkungan, Penampilan Tim Dance SMA Stella Gracia Curi Perhatian

Tim dance SMA Stella Gracia Pekanbaru mencuri perhatian publik pada ajang Aqua DBL Dance 2026…

12 jam ago

Perkembangan Penggerebekan MP Club: Polda Riau Tetapkan 5 Tersangka, 3 Orang Dipulangkan

Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menetapkan lima orang tersangka, termasuk empat pekerja THM, terkait kasus…

12 jam ago