PAWAI: Ribuan umat Budha terlihat antusias mengikuti pawai Waisak di Kampung Tionghoa, Pekanbaru, Jumat (17/5/2019). Prapti Dwi Lestari /Riau Pos
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Berlokasi di Jalan Karet Pekanbaru, Jumat (17/5) Panitia Waisak Bersama mengadakan pawai Waisak yang diikuti sekitar 2.400 peserta yang datang dari berbagai organisasi di Provinsi Riau.
Ketua Waisak Bersama, Herman mengatakan, kegiatan merinci ini adalah acara kegembiraan bagi umat Buddha, karena dalam perayaan Waisak terdapat yang namanya perayaan tri suci yang merupakan tiga momen penting seperti guru agung lahir, mencapai penerangan sempurna dan pariniban.
Kegiatan ini menjadi agenda rutin bagi umat budha, sehingga lebih dari 60 organisasi umat buddha ikut ambil bagian dalam memeriahkan perayaan waisak 2019.
Selain itu, pawai ini juga rangkaian menyambut perayaan Waisak Nasional yang rencana akan digelar di Candi Muara Takus pada 25 Mei 2019 nanti. Bahkan, sejumlah gelaran memang telah dilakukan pihaknya bersama umat buddha di Riau, dan perayaan waisak sendiri akan ditutup pada 15 Juni 2019 mendatang di Pekanbaru.
”Tahun 2017 lalu kurang lebih ada 40 organisasi, tahun ini lebih ramai 2400 peserta. Nanti perayaan Waisak Nasional diperkirakan akan dihadiri hingga 3000 umat se-Nusantara, sembari membagian bantuan sosial bagi masyarakat,”tuturnya.
Selanjutnya, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Peng Suyoto mengucapkan, apresiasinya terhadap panitia Waisak Bersama 2019, karena sangat merangkul berbagai organisasi dan majelis untuk ikut memeriahkan perayaan waisak ini.(ayi)
HPT Rohil bersama PMI Pekanbaru berhasil mengumpulkan 150 kantong darah dalam kegiatan donor darah di…
Umri mewisuda 418 lulusan dan terus memperkuat langkah menuju kampus unggul dengan pengembangan fasilitas dan…
Pemko Pekanbaru mulai menerapkan program 1 ASN 1 RW di dua kecamatan dan akan memperluas…
KMP Tirus kembali beroperasi melayani rute Insit-Mengkapan usai baling-baling kapal yang tersangkut jaring selesai diperbaiki.
Dinas Pendidikan Inhil mulai menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru berbasis digital untuk tahun ajaran 2026/2027.
Prof Jimmi Copriady dinilai memiliki rekam jejak kuat dan layak maju sebagai bakal calon Rektor…