Pemilik Narkoba Belasan Kg Terungkap
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dua kasus penemuan narkotika dalam jumlah besar oleh warga di Kabupaten Bengkalis, telah menunjukkan titik terang. Saat ini, penanganan perkara tersebut telah diambil alih Bareskrim Narkoba Mabes Polri.
Demikian diungkapnya Direktur Reserse Narkoba (Resnarkoba) Polda Riau, Kombes Pol Suhirman kepada Riau Pos, Rabu (17/7).
Dikatakannya, pihak kepolisian sudah berhasil mengungkap pelaku yang diduga sebagai pemilik barang. Hal ini, setelah dilakukan pendalaman beberapa hari lalu.
“Dua kasus penemuan narkotika jenis sabu dan ekstasi di Bengkalis sudah terungkap,†ujar Suhirman.
Pelaku yang diduga pemilik narkoba itu diketahui berinisal AC. Dia merupakan narapidana yang tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Permasyarakat (Lapas) Bengkalis. Meski begitu, sambung Suhirman, untuk penanganan perkara telah diambil alih oleh Bareskrim Narkoba Mabes Polri.
“Kasus itu, kini ditangani Mabes Polri. Karena terkait jaringan-jaringan lainya yang sedang ditangani Mabes Polri,†singkat Dir Resnarkoba Polda Riau.
Untuk diketahui , warga Desa Kelapapati, Kabupaten Bengkalis mendadak dikejutkan dengan penemuan belasan paket sabu. Tak tanggung-tanggung, barang haram yang bungkus rapi mencapai berat 18,8 kilogram (kg).
Sabu-sabu tak bertuan itu, pertama kali ditemukan oleh seorang pedagang kue, berinisial LN, Sabtu (13/7) sekitar pukul 06.00 WIB. Dia mendapati barang haram senilai belasan miliar rupiah ketika hendak membuka warungnya yang berada di Jalan Kelapapati Darat untuk berjualan.
Saat ditemukan, sabu itu tersimpan di dalam sebuah tas plastik warna biru dengan gambar boneka panda. Tas itu, terletak di atas lantai warung milik LN. Merasa curiga, pedagang itu membuka tas dan mendapati 16 paket sabu terbungkus plastik hitam serta dilakban.
Lalu sebulan sebelumnya, warga juga menemukan koper berisikan sabu dan ekstasi tergelak di tepi Jalan Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis Riau. Untuk sabu diperkirakan beratnya mencapai 14 kg serta ekstasi mencapai ribuan butir.(rir)
Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…
Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…
Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…
Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…
DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…
Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…