Categories: Pekanbaru

TKA 15 Negara Terdaftar di Disnaker

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)  – Kepala Dinas Tenaga Kerja Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan saat ini ada sekitar 66 tenaga kerja asing (TKA) tercatat di Disnaker Pekanbaru yang berasal dari 15 negara.

"Yang banyak TKA-nya itu di PLTG yang masih progres kerja, ada 36 orang," kata Jamal, Kamis (17/6).

Jamal merinci 15 negara yang TKA-nya terdaftar di Pekanbaru. Yaitu dari Amerika Serikat empat orang, Kroasia satu orang, Yunani satu orang, Inggris tiga orang, Jepang satu orang, dan Kanada satu orang.

Lalu dari Korea Selatan 36 orang bekerja di PLTG, Malaysia satu orang, Mesir satu orang, Myanmar satu orang, Filipina tujuh orang, Irlandia satu orang, India tiga orang, Singapura satu orang, dan Cina empat orang.

Untuk TKA yang bekerja di wilayah Pekanbaru tujuh orang, masing-masing di Universitas Riau satu orang, Yayasan Edukasi Bahasa dua orang, Lotte Engineering tiga orang dan PT PutraMahkota Raya satu orang.

"Sisanya tersebar di wilayah Riau. Ada juga perusahaan besar seperti PT CPI," jelas Jamal lagi.

Diungkapkan Jamal, TKA ini masuk dari izin pusat melalui Kementerian Tenaga Kerja. "Jika masuk ke Riau tentu melapor ke kami, dengan masa kerja enam bulan sampai satu tahun lalu urus izin lagi dan ada administrasi yang diurus menjadi PAD bagi kita, tergantung wilayah kerjanya," beber Jamal.

Untuk pengawas TKA ini disebutkannya menjadi kewenangan pihak provinsi, yaitu Disnaker Riau. "Kami hanya sebatas administrasi bagi yang bertugas di wilayah Pekanbaru," papar Jamal.

Menanggapi adanya TKA yang bekerja dengan izin di Pekanbaru, anggota DPRD Pekanbaru H Ervan menyebutkan, supaya tidak meninggalkan tenaga kerja lokal. "Terhadap posisi-posisi penting di suatu perusahaan tentu tidak menjadi persoalan. Namun ketika posisi-posisi yang bisa ditempatkan tenaga lokal, kami minta untuk dimaksimalkan," harap Ervan.

Politisi Gerindra ini berharap agar tenaga kerja lokal tidak kalah saing dengan TKA. Mereka  harus sambil belajar dengan TKA di bidang-bidang khusus.

"Disnaker kami minta dapat memberikan perhatian lebih kepada tenaga lokal, dan agar dapat mendorong perusahaan-perusahaan yang ada menerapkan aturan penggunaan naker lokal. Pemerintah harus tetap melakukan pengawasan dan perjuangkan naker mendapat porsi," tutur anggota Komisi III ini.(gus)

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

ak Bisa Ditoleransi, Kabel Fiber Optik Berbahaya di Pekanbaru Akan Ditertibkan

Pemko Pekanbaru bersama Forkopimda sepakat menertibkan kabel fiber optik semrawut yang membahayakan keselamatan dan mengganggu…

9 menit ago

RS Awal Bros Luncurkan Promo Medical Check Up Sambut Tahun Baru 2026

RS Awal Bros Group menghadirkan promo Medical Check Up awal 2026 dengan tiga paket pemeriksaan…

49 menit ago

Chelsea Tunjuk Liam Rosenior sebagai Pelatih hingga 2032

Chelsea resmi menunjuk Liam Rosenior sebagai pelatih kepala baru dengan kontrak hingga 2032 untuk membangun…

1 jam ago

Kick-off 15 Januari, Liga 4 Zona Riau 2026 Diikuti 9 Klub

Liga 4 Zona Riau 2026 resmi dimulai 15 Januari. Sebanyak sembilan klub siap bersaing memperebutkan…

1 jam ago

Maduro Versus Trump: Siapa Penjahat Sesungguhnya?

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat dinilai mengangkangi hukum internasional dan menjadi preseden…

1 jam ago

BPS Catat Inflasi Tembilahan Tertinggi, Makanan Jadi Pemicu

Inflasi Tembilahan tercatat tertinggi di Riau akhir 2025. BPS menyebut kenaikan harga makanan menjadi faktor…

2 jam ago