Categories: Pekanbaru

Mal dan Pasar Sesak saat PSBB, Nofrizal: Mesti Diperketat, Jangan Dilonggarkan Dulu

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pandemi corona di Pekanbaru belum pulih masih mengkhawatirkan. Buktinya, Pemerintah Provinsi Riau meminta untuk Kabupaten Siak, Pelalawan, Kampar, ditambah dengan Duri dan Dumai mengikuti apa yang sudah diterapkan di Pekanbaru dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Selain penerapan PSBB, masyarakat juga diminta tetap memaksimalkan dan mematuhi protokol kesehatan, social distancing dan physical distancing, atau tetap di rumah dan menjaga jarak dengan yang lain. 

Karena cara ini yang dinilai dapat memutus mata rantai penyebaran pandemi corona (Covid-19). Dengan apa yang terjadi saat ini, menjelang Idulfitri sementara Covid-19 masih meneror, membuat Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Nofrizal memberikan kritikan terhadap kebijakan pemerintah, baik pusat, maupun daerah Kota Pekanbaru. 

Disampaikan Nofrizal, dua hari terakhir ini, penerapan PSBB harus menjadi perhatian dengan mematuhi semua protokol kesehatan. 

"Jangan dikasih kelonggaran dahulu, karena ini berbahaya sekali. Jangan sampai ada klaster dari pusat perbelanjaan di Pekanbaru," tegas politisi PAN ini kepada wartawan, Senin (18/5).

Disarankannya, kepada petugas yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru bisa lebih fokus, tentunya  dalam mengawasi aktivitas di pusat perbelanjaan, baik modern maupun tradisional. 

Semua ini perlu dilakukan, untuk memutus rantai penyebaran. Apalagi kata Nofrizal, pengunjung di pusat perbelanjaan tidak cuma berasal dari Pekanbaru saja. Sebab bisa saja ada pengunjung dari luar kota. 

Nofrizal menyebut pusat perbelanjaan harus jadi perhatian khusus, agar PSBB selama ini tidak sia-sia. Apalagi PSBB di Pekanbaru sudah berlangsung dalam tiga tahapan. 

"Jangan sampai kita mulai dari nol lagi, padahal sudah tiga tahapan PSBB, dan harus menjadi contoh bagi daerah yang baru memulai untuk PSBB," harapnya.

Dikatakannya lagi, pemerintah kota bisa memberi toleransi kepada pusat perbelanjaan dengan mempertimbangkan aktivitas ekonomi.

"Pemerintah kota juga harus mempertimbangkan para tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19. Mari patuhi anjuran pemerintah," tutupnya.

Laporan: Agustiar (Pekanbaru)
Editor: Eko Faizin

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Tanah Tiba-Tiba Amblas, Abrasi Sungai di Inhil Hancurkan 6 Rumah

Bencana abrasi melanda Desa Sungai Nyiur, Inhil. Enam rumah rusak berat dan belasan jiwa terdampak…

23 jam ago

Wanita Asal Kuansing Ditemukan Tewas di Hotel Dharmasraya, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Wanita asal Kuansing ditemukan meninggal di hotel di Dharmasraya. Polisi menduga korban dibunuh, sementara terduga…

2 hari ago

Promo Luxury July! Menginap di Mutiara Merdeka Pekanbaru Mulai Rp499 Ribu per Malam

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo Luxury July. Menginap mulai Rp499 ribu nett lengkap dengan…

2 hari ago

Asyik Mendulang Emas, Remaja di Kuansing Tertimbun Longsoran Tebing hingga Meninggal

Remaja 15 tahun di Kuansing meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing saat mendulang emas. Polisi…

2 hari ago

Antar Jemput Pelajar Gratis Dimulai, Bus Sekolah Pekanbaru Layani 7 Sekolah

Bus sekolah gratis resmi beroperasi di Pekanbaru mulai 13 Juli. Layanan tahap awal melayani tujuh…

2 hari ago

Bantuan CSR Rp65 Juta Disalurkan untuk 140 Nelayan Terdampak Dugaan Pencemaran Sungai Tapung

Sebanyak 140 nelayan Desa Kota Garo menerima bantuan CSR senilai Rp65 juta untuk memulihkan usaha…

2 hari ago