SIAGA: Sejumlah personel Brimob Polda Riau bersiaga untuk melerai tawuran dua kelompok warga di Pekanbaru, Kamis malam (16/5/2019). (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah foto dan video beredar luas di grup WhatsApp (WA) dan sosial media pascatawuran antar dua kelompok masyarakat di Kecamatan Rumbai Pesisir, Kamis (16/5) malam. Namun, foto dan video korban luka parah diduga akibat senjata tajam (sajam) tidak benar atau hoaks.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menegaskan, tiga foto dan satu video yang beredar di tengah masyarakat bukan korban peristiwa tawuran antara pemuda Pesisir dan Pemuda Bomlama. Foto dan video itu, katanya, kejadian kerusuhan maupun bentrok di daerah lain.
“Itu (foto dan video, red) bukan korban tawuran di Pekanbaru. Foto dan video itu hoaks,†ungkap Sunarto kepada Riau Pos, Jumat (17/5).
Adapun foto korban tawuran hoaks dimaksud, ujar mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara itu, pertama foto seorang remaja yang tengah terbaring di tempat tidur dengan kondisi pergelangan tangan putus dan tangan kiri luka sajam. Lalu, foto seorang pria bersimbah darah dengan luka robek di bagian kening, pelipis mata kanan dan kiri akibat sajam. Korban tampak dipasangi alat bantu pernapasan dan di foto terdapat tulisan ‘salah satu korban gangstar’.
“Foto seorang pria yang mengalami luka para pada bagian kelopak mata kiri hingga pelipis, serta di kening terdapat perban dilumuri darah. Itu semua foto yang beredar hoaks,†jelasnya.(rir/ali)
>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Editor: Eko Faizin
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…