Categories: Pekanbaru

Sidang Tuntutan Syafri Harto Ditunda

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sidang kasus dugaan pencabulan dengan terdakwa Dekan nonaktif FISIP Unri ditunda. Dijadwalkan pada Kamis (17/3), sidang dengan agenda pembacaan tuntutan tersebut ditunda karena berkas tuntutan belum siap.

Terdakwa Syafri Harto sendiri hadir di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, kemarin. Sidang yang digelar tertutup itu sempat dibuka Ketua Majelis Hakim Setiono, namun hakim langsung mengambilkan keputusan untuk menunda sidang setelah mendengarkan keterangan dari Jaksa Penuntut Umum.

"Surat penuntutan kami belum selesai. Kami meminta pada majelis hakim agar sidang pembacaan tuntutan dilaksanakan pada Senin depan (21 Maret, red). (Tuntutan) Kita bacakan Senin," ujar JPU Syafril.

Penundaan pembacaan tuntutan ini sendiri membuat puluhan mahasiswa Unri yang sudah datang sejak pagi di PN Pekanbaru kecewa. Seperti sidang-sidang sebelumnya, mereka datang untuk mengawal sidang yang melibatkan dekan non aktif dengan korban rekan mereka dari Program Studi Hubungan Internasional.

Pada sidang pekan lalu, para mahasiswa Unri didominasi Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (Komahi) FISIP Unri sempat menggelar aksi di luar pagar PN Pekanbaru. Mereka bertahan hampir satu jam sebelum dibubarkan kepolisian. Pada kesempatan itu mereka menyampaikan sejumlah tuntutan.

"Kami melakukan aksi damai, meminta hakim untuk menjatuhkan hukum setimpal. Kami juga meminta Kepala Pengadilan memberikan atensi pada hakim yang memimpin sidang ini," kata Agil Fadhlan, Ketua Tim Advokasi Mahasiswa Unri, didampingi Mayor Komahi FISIP Unri Kelvin Hardiansyah.

Agil menegaskan, pihaknya akan terus mengawal sidang tersebut tuntas, sampai terdakwa dihukum sesuai perbuatannya. Aksi itu sendiri menurutnya sebagai wujud dukungan kepada rekan mereka yang jadi korban dan juga seluruh korban yang menjadi korban kekerasan maupun pelecehan seksual di Provinsi Riau.

Dalam perkara dugaan pencabulan ini, JPU mendakwa Syafri Harto dengan dakwaan primair: melanggar Pasal 289 KUHP, subsidair: melanggar Pasal 294 Ayat (2) ke-2 KUHP, lebih subsidair melanggar Pasal 281 ke-2 KUHP.

Syafri Harto diduga melakukan pencabulan terhadap mahasiswi bimbingannya, yang kemudian melapor ke Polresta Pekanbaru. Belakangan kasus tersebut diambil alih Polda Riau sebelum dilimpahkan ke Kejari Pekanbaru.(end)

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

18 jam ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

2 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

2 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

2 hari ago

Antrean Panjang, Pembelian Dibatasi: Warga Bengkalis Keluhkan BBM

SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…

2 hari ago

38 Calon Komisioner KI Riau Lanjut Tes, Simak Jadwal dan Lokasinya!

Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…

2 hari ago