Categories: Pekanbaru

Awal 2020, Proyek SPAM Skema KPBU Dilelang

KOTA (RIAUPOS.CO) — Lelang sistem penyediaan air minum ( SPAM) di Pekanbaru yang menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) direncanakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak Pekanbaru akan digelar awal 2020 mendatang. Ini setelah tahapan prakualifikasi rampung. 

Usai tahapan prakualifikasi, ada enam konsorsium yang dinyatakan lulus. Yakni pertama, PT Adhya Tirta Batam dan PT Bangun Cipta Kontraktor. Kedua, PT Metito Indonesia dan PT Wijaya Karya (Persero)Tbk. Dan ketiga, konsorsium Maynilad Water Service Inc, PT Moya Indonesia, dan PT Elnusa.

Keempat, konsorsium Manila Water Company, PT Indah Karya (Persero) dan PT Sarana Tirta Ungaran. Kelima,  konsorsium PT PP Infrastruktur, PT Memiontec Indonesia, dan PT Envitech Perkasa. Dan terakhir,  konsorsium keenam PT Krakatau Tirta Industri, PT Brantas Abipraya dan PT Rukun Raharja.

Demikian dijelaskan Plt Direktur PDAM Tirta Siak Pekanbaru Kemas Yusferi, Senin (16/12). "Awal 2020 nanti sudah bisa kami lelang proyek SPAM dengan skema KPBU ini. Enam anggota konsorsium itulah yang  yang akan ikut dalam pelelangan," jelas dia. 

PDAM Sebelum lelang dilaksanakan sudah menjalankan beberapa tahapan diantaranya memproses kembali dokumen anggota konsorsium yang sudah lolos dalam tahap prakualifikasi. Di antaranya tentang dokumen AMDAL dan dokumen terkait yang diperlukan.

Untuk mendukung proyek tersebut DPRD Pekanbaru juga sudah mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah Sistem Pengelolaan Air Minum (Ranperda SPAM) Kota Pekanbaru menjadi Peraturan Daerah (Perda). Dan pada November 2019 lalu, PDAM sudah menerima Rekomtek (Rekomendasi Teknis) dari Kementerian Keuangan yang ditandatangani Dirjen Cipta Karya. Menyatakan wajar proyek itu dilaksanakan, dan Rekomtek itulah yang akan dibawa ke Kementerian Keuangan.

"Perdanya sudah, DED (Detail Engineering Design, red) jaringan pipa juga sudah, FS (Feasibility Study, red) direkom Dirjen Cipta Karya juga sudah. Kemudian untuk Business plan PDAM juga sudah di asitensi oleh BPPSPAM (Badan Peningkatan Penyelengaraan Sistem Penyediaan Air Minum, red)," urai Kemas.

Saat ini yang masih ditunggu adalah surat dari Menteri Keuangan."Cuma satu yang belum yakni surat dari Menteri Keuangan tentang besaran dukungan VGF (Viability Gap Fund, red). Sedang dalam proses pengurusan Desember ini," imbuhnya.(ali)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

983 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UHTP, Mendiktisaintek Tekankan Tridarma Perguruan Tinggi

Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…

14 jam ago

Hilang Saat Memancing di Sungai Indragiri, Ahmad Diar Ditemukan Meninggal

Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…

15 jam ago

Pemko Pekanbaru Gelar Salat Istiska di Tengah Kabut Asap Karhutla

Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…

15 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru Menebal, Jarak Pandang Pengendara Terbatas hingga 3 Kilometer

Kabut asap Pekanbaru makin pekat Rabu pagi dengan jarak pandang 2,5-3 km dan kualitas udara…

15 jam ago

Kapal Ro-Ro Masuk Docking, Pelayanan Penyeberangan Bengkalis Dikeluhkan Pengguna

Pengguna Ro-Ro Bengkalis mengeluhkan antrean hingga 3 jam akibat pengurangan armada yang masuk docking pada…

15 jam ago

Usai Penggeledahan Kejari, Bupati Asmar Pastikan Pemerintahan Meranti Tetap Berjalan

Bupati Meranti Asmar menghormati penyidikan dugaan korupsi anggaran kendaraan dinas, BBM, dan pelumas yang ditangani…

16 jam ago